Minggu, 04 Maret 2012

Trik Memilih KPR

INVESTASI di bidang properti memiliki profit tinggi seiring kenaikan harga properti. Bisa dikatakan, investasi di sektor ini memiliki return yang tinggi. Supply (ketersediaan) dan demand (permintaan) pun terus mengalami pertumbuhan.

Hampir setiap pengembang menyediakan layanan yang dibutuhkan untuk membeli unit rumah. Pengembang pun menggandeng bank untuk memberikan kemudahan bagi calon pembeli rumah. Bagi Anda yang ingin memiliki rumah dengan fasilitas kredit kepemilikan rumah (KPR), ada baiknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Membandingkan dan mengetahui berbagai fasilitas KPR yang ditawarkan setiap bank. Berpikir bijak sebelum mengambil keputusan dan memilih paket KPR terbaik yang ditawarkan setiap bank.

2. Memilih bank dengan reputasi yang baik sambil membandingkan batas kredit yang ditawarkan untuk kelancaran proses KPR. Selain itu, pilihlah bank dengan jaringan yang luas agar mudah menjalankan proses KPR.

3. Mempersiapkan dana lebih saat memilih KPR. Memang uang tunai tidak menjadi prioritas bila menjalankan KPR. Namun, uang lebih ini dipersiapkan untuk pengurusan KPR di bank, seperti biaya administrasi, administrasi kredit, dan provisi kredit

4. Menentukan jangka waktu KPR. Hal ini penting karena semakin lama jangka waktu kredit, semakin besar pula total bunga yang harus dibayar. Di Indonesia, jangka waktu KPR dalam regulasi yang ditentukan adalah selama 15 tahun.

5. Memahami peraturan KPR dari awal pengajuan sampai kemampuan membayar cicilan setiap bulan. Anda harus memiliki kemampuan mengatur keuangan yang baik agar saat membayar cicilan tidak terganggu dengan rencana lainnya

6. Menyediakan dana down payment (DP) sebesar 30 persen dari total harga rumah. Dengan menyediakan DP, Anda sudah siap saat awal pengajuan KPR.

Sumber Property Okezone

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar