Jumat, 30 Desember 2011

Genjot Program Prioritas 2012, Kemenpera Anggarkan Rp4,117 T

JAKARTA - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menganggarakan sekira Rp4,117 triliun untuk merealisasikan program prioritas yang akan dilaksanakan pada 2012 mendatang.

Rencana tersebut tertuang pada refleksi kinerja 2011, yang juga menyebutkan anggaran tersebut nantinya akan dialokasikan untuk ketujuh program yang diusung pada 2012.

Adapun alokasi anggaran untuk tujuh program tersebut antara lain yaitu program pembangunan rumah susun sewa (rusunwa) sebanyak 110 twin block (TB) dengan anggaran sebesar Rp1,2 triliun, pembangunan prasarana saran dan utilitas (PSU) di kawasan perumahan dan permukiman (perkim) sebanyak 152.675 unit dengan anggaran Rp930 miliar, dan pembangunan fasilitas dan stimulasi penataan lingkungan permukiman kumuh dengan target 150 hektare (ha) yang menyedot dana Rp250 miliar.

Tiga program lainnya adalah, memfasilitasi pembangunan rumah khusus sebanyak 1.057 unit dengan anggaran senilai Rp72,98 miliar, mengembangkan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan perumahan dan kawasan pemukiman yang menyedot Rp166,06 miliar, serta program pro-rakyat klaster empat yang menargetkan untuk membangun 60 ribu unit rumah sangat murah dan 8.900 rumah murah dengan alokasi dana sebesar 795,43 miliar.

Menurut Sekretaris Kemenpera (Sesmenpera) Iskandar Saleh, termasuk pula ke dalam program prioritas yakni penanganan rumah bagi warga baru di perbatasan provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor Leste sebanyak 22.522 unit rumah dengan anggaran sebesar Rp700 miliar.

"Program penanganan rumah di perbatasan NTT-Timor Leste merupakan program direktif presiden yang masuk ke dalam program prioritas Kemenpera. Hal itu termasuk dalam kontrak kerja menteri," tandasnya, selepas cara refleksi kinerja 2011, di kantor kemenpera, kemarin. (rhs)

Sumber Property.okezonehttp://property.okezone.com/read/2011/12/30/471/549321/genjot-program-prioritas-2012-kemenpera-anggarkan-rp4-117-t

Selasa, 27 Desember 2011

PELUNASAN SEBAGIAN KPR

Mbak Rini Yth,
Beberapa bulan lalu saya mengambil KPR di bank senilai Rp.80.000.000,-dengan bunga 14% fixed 1 thn untuk jangka waktu 7 tahun, dgn cicilan sebesar Rp.1.532.500/ bulan. Ketentuan pihak bank dapat dilakukan pelunasan sebagian max. 20% (Rp.16.000.000) setelah kredit berjalan 1 tahun.
Mohon bantuan mbak Rini, apakah pelunasan 20% itu dengan jangka waktu saya kurangi menjadi 4 atau 5 tahun lagi menguntungkan buat saya? Ataukah saya tetap melanjutkan pembayaran cicilan dengan bunga yang sesuai pasar setelah 1 tahun kredit? Mohan dijawab ya, Mbak.
Atas perhatian dan solusi yang Mbak berikan, saya ucapkan terima kasih.
Wassalam,
Emily

Jawaban:

Halo Emily,
Jika bisa membeli rumah secara tunai , maka bisa dipastikan setiap orang pasti akan membelinya tunai dan tidak ada yang mau beli dengan kredit. Rugi, harga rumah jadi jauh lebih mahal karena kita harus membayar bunga kredit. Tapi apa boleh buat, kebutuhan hidup bukan cuma rumah, kita juga harus membagi-bagi penghasilan yang ada saat ini, berikut dengan sejumlah harta tunai yang kita miliki untuk berbagai macam kebutuhan, antara lain hidup saat ini, berinvestasi untuk masa depan saat pensiun, dan jika ada tujuan keuangan tertentu lainnya, selain rumah, misalnya membeli mobil, mempersiapkan dana pendidikan anak.
Kesimpulannya keputusan membeli rumah bukanlah semata-mata didasarkan pada tersedianya uang saja, namun juga harus mempertimbangkan adanya kebutuhan hidup lain yang juga membutuhkan sejumlah uang. Sehingga kemungkinan mengambil rumah yang lebih murah, agar tidak menghabiskan semua uang tuani Anda merupakan keputusan yang lebih bijak.
Hal yang sama juga berlaku pada pelunasan KPR, dimana keputusan melakukan pelunasan sejumlah tertentu, pelunasan sebagian atau seluruhnya. jangan semata-mata dipertimbangkan karena tersedianya dana saja. Apalagi jika sebenarnya ternyata Anda mampu, dan tidak masalah jika mencicil sampai akhir jangka waktu KPR
Intinya melakukan pelunasan KPR disesuaikan dengan kondisi keuangan dan sebaiknya jangan menghabiskan semua dana tunai Anda hanya untuk pelunasan KPR saja, pertimbangkan kebutuhan lain juga. Tentu saja melakukan pelunasan sebelum waktunya akan lebih menguntungkan Anda, sebab beban pembayaran bunga selanjutnya jadi lebih ringan bukan? Namun sebelum melaksanakan pelunasan KPR periksalah kembali apakah dana yang kana digunakan untukpelunasan tersebut benar-benar mengagggur? Jika Anda memiliki hutang lain yang bunganya lebih tinggi dari hutang KPR, tidakkah sebaiknya diprioritaskan pelunasannya? adakah kebtutuhan mendesak yang membutuhkan sejumlah uang misalnya membeli asuransi jiwa? Begitulah kurang lebihnya proses pengambilan keputusan pelunasan KPR yang sebiaknya dijalankan.
Nah, sekarang menjawab pertanyaan Anda, pelunasan sejumlah tertentu KPRnya yaitu 20% dari pokok, atau sebesar Rp 16 juta, yang boleh dilaksanakan setelah KPR berjalan 1 tahun. Cicilan perbulan sebelumnya adalah Rp.1.532.500/ bulan, suku bunga KPR 14% p.a fixed untuk jangka waktu 7 tahun. Setelah dilakukan pelunasan ini adalah tentunya saldo hutang KPR berkurang, dan yang menjadi pertnyaan Anda adalah apakah jangka waktu KPRnya sebaiknya dirubah (dipendekkan) atau tidak:
  • jika jangka waktu KPR tidak dirubah dengan asumsi suku bunga sama, maka cicilan KPR menjadi lebih ringan. Dalam hal ini pelunasan KPR tidak menjadi lebih cepat karena sama saja jangka waktunya, bunga KPR yng dibayar juga lebih sedikit tetapi ini karena saldo hutang juga berkurang akibat pelunasan tadi. Keuntungannya adalah cicilan KPR menjadi lebih ringan, sehingga arus kas kelurga tidak terlalu ketat. Sisa uang yang biasa digunakan untuk membayar cicilan KPR, bisa digunakan untuk menambah jumlah tabungan dan investasi Anda. Jadi Anda punya unag lebih yang menganggur, kesempatan untuk mewujudkan tujuan keuangan lain dengan dana menganggur tadi bukan?
  • jika jangka waktu KPR diperpendek maka cicilan KPR tidak menjadi lebih ringan. Dalam hal ini waktu pelunasan KPR menjadi lebih cepat. Hanya kesempatan untuk memiliki dana menganggur tidak ada, sebab besar cicilan minimal sama bahkan bisa lebih besar jika jangka waktu KPR semakin diperpendek
Saran saya, setelah melakukan pelunasan sejumlah tertentu, maka kurangilah jangka waktu KPR. Berapa jangka waktu perpendekan KPR yang tepat? Nah, patokannya adalah berdasarkan cicilan KPR sebelumya , yaitu Rp.1.532.500/bulan. Sebab, jika jangka waktu KPR terlalu pendek, dikhawatirkan cicilan KPR-nya jadi terlalu berat untuk Anda. Karean itu daripada repot-repot, cicilan KPR-nya disamakan saja. Caranya, Anda tinggal minta ke bank yang bersangkutan untuk menyesuaikan jangka waktu KPR setelah pelunasan, dimana cicilannya KPR nya sama seperti cicilan sebelumnya, otomatis jangka waktu KPR jadi lebih pendek. Selamat melakukan pelunasan KPR.
Salam,
Mike Rini
Perencana Keuangan


Bunga KPR Turun, Kredit BCA Tumbuh Pesat

VIVAnews - PT Bank Central Asia Tbk menyatakan sejak suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) turun menjadi 7,5 persen, kredit tumbuh sangat signifikan. Hingga akhir tahun, total kredit perumahan diperkirakan mencapai Rp27 triliun atau 50 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Serapan kredit hingga akhir 2011 juga tumbuh 27 hingga 30 persen," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, di Jakarta, Rabu 21 Desember 2011.

Sementara itu, menurut Jahja, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) juga tumbuh cukup besar, yakni sekitar 35 persen menjadi sekitar Rp22-24 triliun.

Terkait dengan aturan Bank Indonesia yang ingin meningkatkan uang muka kredit kendaraan, Jahja berpendapat, BCA menyambut baik usulan tersebut. Sebab, saat ini, banyak perbankan yang memberikan uang muka hingga nol persen.
"Saya mendukung," katanya. "Minimal uang muka 20 hingga 30 persen, saya kira wajar," ujarnya.
BCA menurunkan suku bunga kredit mulai 1 Desember 2011. Dalam situs BCA disebutkan, suku bunga dasar kredit (SBDK) kredit korporasi mencapai 9 persen, kredit ritel 10,5 persen, kredit KPR 7,5 persen, dan kredit konsumsi untuk non KPR sebesar 8,64 persen.
SBDK ini belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masih debitor, sehingga suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitor belum tentu sama dengan SBDK. (art)

Sumber • VIVAnews

BNI Janji Turunkan Bunga KPR

VIVAnews- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berjanji akan menurunkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) seiring turunnya suku bunga acuan (BI Rate). Dalam dua bulan, Bank Indonesia telah menurunkan BI Rate 75 basis poin menjadi 6 persen.

"Kita akan turunkan secara gradual dalam waktu dekat. Kita turunkan gradual karena hati-hati untuk menjaga likuiditas," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo kepada VIVAnews.
Gatot menjelaskan sebelum turunnya BI rate ini sebenarnya BNI sudah terlebih dahulu menurunkan bunga KPR. Hingga akhir Desember 2011 ini BNI mengadakan promo suku bunga KPR 7,49 persen selama satu tahun. Sementara untuk suku bunga mengambang (floating), suku bunga dasar kredit BNI untuk KPR sebesar 11,80 persen per 30 September 2011 atau turun tipis dari 30 Juni 2011 sebesar 11,90 persen.

Menurutnya penurunan suku bunga kredit ini, lanjutnya, akan dilakukan dalam waktu dekat. Saat ditanya akan turun berapa suku bunga kredit BNI, Ia hanya berujar akan mengikuti mekanisme pasar.

Seperti diketahui, bebarapa bank mulai melakukan promo bunga tetap (fix) KPR. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menawarkan bunga KPR sebesar 7,5 persen di tahun pertama, sedangkan Bank Mandiri menawarkan suku bunga tetap (fix) KPR mulai dari 5,25 persen selama dua tahun. (eh)
Sumber VIVAnews

BTN Peroleh Pinjaman BCA Rp 2 Triliun untuk KPR

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperoleh pinjaman sebesar Rp 2 Triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk membiayai kredit pemilikan rumah (KPR). BTN berharap, dana tersebut dapat disaiurkan bagi sekitar 70 ribu debitor.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, fesiltas dan Bank Mandiri sebagai bank pemilik obligasi rekap
utama ditujukan untuk membantu BTN dalam penyahiran KPRke segmen menengah ke bawah. Pasalnya, BCA tidak bisa langsung masuk ke pasar tersebut.

"Sebagai gambaran, BTN menyalurkan KPR dengan plafon sekitar Rp 70-80 Juta. Sedangkan BCA plafonnya sekitar Rp 400 - Rp 500 Juta. Di sisi lain, BCA memiliki likuiditas yang cukup banyak, sehingga dibutuhkan saluran yang tepat," kata Jahja dalam konferensi pers penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta, Rabu (7/12).

Jahja menjelaskan, sebenarnya kredit BCA telah bertumbuh cukup tinggi, yaitu mencapai 26% hingga September 2011 dan diperkirakan dapat mencapai 27-30% pada akhir tahun. Namun, dana pihak ketiga (DPK) yang masuk ke BCA tetap besar, sehingga rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) tetap rendah.

Menurut Jahja, rata-rata LDR industri sebenarnya sudah cukup tinggi, yaitu bisa mencapai 90% pada akhir tahun, jika BCA berarti kondisi likuiditas di perbankan menurutnya sudah membutuhkan peningkatan.

"Bisa saja bank mencari Hana di obligasi, namun itu jauh lebih mahal harganya dibanding DPK, apalagi ada biaya underwriting-nya. Itu bisa menyebabkan cost of fund meningkat," jelas dia.

Jahja mengatakan, perjanjian tersebut merupakan satu awal kerja sama yang berkelanjutan ke depan. Pasalnya, meskipun sebagian besar DPK BCA disumbang oleh tabungan yang bersifat jangka pendek, terdapat pula komposisi nasabah yang loyal. Menurut dia, jenis nasabah tersebut selalu menggunakan BCA untuk transaksi, sehingga bisa diandalkan untuk pembiayaan hingga dua tahun atau jangka panjang.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan, saat ini pangsa pasar KPR BTN telah mencapai 26% di industri. Selama ini, untuk masyarakat berpenghasilan rendah, BTN telah menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar 99% dari iasUitas yang luncurkan pemerintah.

"Pinjaman yang diberikan hari ini membantu BTN untuk ekspansi lebih baik, karena ada sumber dana jangka panjang yang lebih banyak. Apalagi, bentuknya berupa repo dua tahun dan tidak jual putus, sehingga masuk di balance sheetkami," jelas Iqbal.

Menurut Iqbal, di Indonesia cukup sulit untuk mendapatkan pendanaan jangka panjang hingga dua tahun. Sebab itu, dapat memperkecil liquidity mismatch terutama bagi BTN yang pembiayaannya bersifat jangka panjang. Namun, BTN tidak akan mengambil pasar BCA karena keduanya memiliki segmen pasar yang berbeda. "Kapasitas penyaluran KPR kami akan bertambah, sehingga tahun ini pertumbuhan kredit kami bisa mencapai 25-26%," ujar Iqbal.

Bunga Pinjaman

BCA mengenakan pricingatau suku bunga sebesar 7,5% atau sama dengan suku bunga KPR BCA saat ini untuk pinjaman tersebut Menurut Jahja, pihaknya telah masuk dalam kategori bank yang memberikan bunga cukup rendah. Dia memaparkan, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) KPR BCA sebesar 7,5%, sedangkan ritel dan UKM 10,5%, non-KPR 8,6%, dan korporasi 9%.

"Kami sudah termasuk yang paling rendah. Per 1 Desember 2011 kemarin kami sudah putuskan untuk menurun-kan SBDK ritel-UKM sebesar 50 basis poin," kata Jahja.

Iqbal menambahkan, suku bunga yang dikenakan BCA sudah cukup murah, sehingga dapat membantu penurunan cost of fund dan suku bunga kredit Selama ini, BTN sering menerbitkan obligasi dan sekuritisasi aset yang harganya lebih mahal, yaitu 9,5% untuk obligasi dan 8,75% untuk sekuritisasi.

Sumber BTN

Minggu, 25 Desember 2011

Tips Terbaik Membeli Rumah KPR

Membeli rumah memang mahal tapi bila anda tidak mampu membelinya secara langsung anda dapat membeli secara kredit tak perlu khawatir semua bisa teratasi berikut ini ada beberapa tips untuk anda untuk membeli rumah dengan cara kredit:

1. Jangka Waktu Pengambilan KPR. Di Indonesia saat ini, jangka waktu maksimal KPR yang ditawarkan adalah 15 tahun. Makin panjang jangka waktukredit, makin besar pula total bunga yang harus dibayarkan. Meskipun demikian, lebih baik jika Anda mengajukan jangka waktu kredit terpanjang supaya cicilan per bulannya kecil. Dengan demikian Anda masih memiliki sisa penghasilan yang bisa digunakan untuk keperluan dan investasi lain. Pengambilan jangka waktu kredit terpanjang juga disarankan mengingat investasi properti (rumah& tanah) nilainya selalu meningkat dari tahun ke tahun, sebagaimana pernah penulis sampaikan dalan Tips Cerdas Mengenal Kesalahan Mengelola Uang.

2. Menentukan Besarnya Kredit & Cicilan. Jika Anda memutuskan untuk mengambil KPR, ANda tentu harus menentukan besarnya KPR yang akan diambil, Anda harus menyesiakan dana uang muka rumah sebesar 30% dari harga rumah, sedangkan yang bisa dipinjam dari bank berupa KPR sebesar 70% dari harga rumah. Penentuan besarnya KPR ini akan mempengaruhi jumlah cicilan per bulan. Anda bisa memperoleh keterangan mengani jumal cicilan yang harus Anda bayar dari Account Officer di bank. Sangat disarankan bahwa besaran cicilan KPR -jika digabungkan dengan aneka kredit yang Anda ambil saat ini- tidak lebih dari 30% dari penghasilan Anda. Hal ini penting agar keuangan keluarga tidak tergerus hanya oleh cicilan hutang. Ingatlah pula, bahwaAnda masih harus mengeluarkan biaya-biaya ekstra untuk renovasi, aneka perabotan dsb. Hati-hati jika permohonan kredit Anda ternyata cicilannya melebihi 30% penghasilan Anda. Besar kemungkinan Bank akan menolak permohonan kredit Anda, karena meragukan kemampun Anda dalam mengembalikan pinjaman.

3. Fasilitator Kredit KPR. Melalui Bank Atau Developer? Saat ini developer pun aktif menawarkan KPR yang langsung bisa diurus oleh calon pembeli rumah. Keuntungannya: Tujuannya jelas, menawarkan kepreaktisan bagi si calon pembeli rumah. Biasanya developer bekerja sama dengan saru atau beberapa bank untuk menjadi rekanan dari developer tersebut. Cara ini memberikan kepraktisan bagi si calon pembeli rumah, karena tidak perlu repot mungurus sendiri KPR ke bank dan biasanya surat-surat terkati rumah yang akan dibeli sudah disiapkan pihak developer. Kelemahannya: KPR ini hanya bisa digunakan untuk membeli rumah (baru) yang ditawarkan oleh developer yang bersangkutan. Demikian pula biasanya jika mengajukan kredit via developer, Anda harus menggunakan KPR daribank yang mereka tunjuk sehingga Anda tidak dapat memilih bank lain yang mungkin menawarkan bunga lebih rendah atau lebih familiar dengan Anda. Sebaliknya, mengajukan kredit langsung ke bank menawarkan fleksibilitas dalam memilih bank. Namun dengan konsekwensi sedikit repot mengurus semua persyaratannya termasuk surat-surat rumah yang diperlukan.

4. Biaya-Biaya KPR. Meskipu bank meluluskan permohonan KPR Anda, bukan berarti Anda bebas melenggang tanpa uang tunai. Anda masih memerlukan uang tunai dalam jumlah lumayan dalam pengurusan KPR ini, antara lain untuk:1) Biaya-biaya administrasi dari bank, terdiri atas booking fee, biaya penilaian jaminan, administrsi kredit dan provisi kredit. 2) Biaya Asuransi, antara lain berupa asuransi jiwa untuk meng-cover debitur dan asuransi kebakaran untuk meng-cover rumah yang dijadikan agunan KPR tersebut. 3) Biaya pengikatan kredit secara hukum, terdiri atas biaya Akta Pengakuan Utang dan Perjanjian Kredit, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), Akta jual-beli biaya bea balik nama sertifikat, BPHTB dan jasa notaris.

5. Perbandingan. Selalu bandingkan paket-paket KPR yang ditawarkan antar bank dan pilihlah yang paling ringan untuk Anda. Pilihlah bank yang mempunya riwayat hubungan dengan Anda sebagai nasabahnya. Ini akan mempermudah penyelesaian seandainya terjadi masalah dengan KPR Anda.

6. Track Record. Jagalah track record pembayaran kredit Anda di bank manapun tetap baik. Catatan pembayaran kredit yang kurang baik di salah satu bank akan bisa dilacak oleh bank Anda dan cukup bisa menjadi alasan ditolaknyapermohonan KPR Anda. Ingatlah bahwa bank bisa melakukan crosscheck antarbank melalui Bank Indonesia, tepatnya melalui fasiliatas Daftar Hitam Nasabah (DHN).

7. Persiapkan Formal dan Non Formal. Perbaiki “penampilan” keuangan Anda dengan cara menampilkan saldo yang cukup dan pergerakan keluar-masuk dana yang aktif di rekening kora/tabungan sehingga kreditor yakin akan kemampuan Anda dalam mengembalikan kredit rumah tersebut. Sedangkan beberapa persyaratan formal yang perlu Anda ketahui adalah : usia pemohon KPR antara 21 s/d 60 tahun (pada waktu berakhirnya pinjaman), fotokopo KTP pemohon (suami/istri/penjamin), fotokopi kartu keluarga/kartu nkah, fotokopi rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir, slip gaji (untuk karyawan), fotokopi ijin praktek (untuk kaum profesional). Informasi lebih bila anda ingin kredit perumahan:

Sumber Kamissore

Griya BNI

Adalah fasilitas kredit untuk pembelian/pembangunan/renovasi rumah tinggal, rumah susun, ruko, rukan, apartemen dan rumah peristirahatan (villa) atau untuk pembelian kavling/tanah matang di real estate, kavling pemerintah atau swasta.
FASILITAS
  • Minimal kredit Rp 10 juta dan maksimal Rp 5 miliar
MANFAAT
  • Bebas milih lokasi rumah / kavling idaman.
  • Fleksibel, jangka waktu pembayaran maksimal 20 tahun atau disesuaikan dengan kemampuan pembayaran.
PERSYARATAN
  • Warga Negara Indonesia.
  • Berpenghasilan tetap, masa kerja minimal 2 tahun.
  • Usia minimal 21 tahun dan pada usia 55 tahun kredit sudah lunas, khusus pensiunan usia 65 tahun kredit sudah lunas.
  • Self financing minimal 10% dari harga tanah berikut rumah yang akan dibiayai dan self financing dapat berupa tanah yang telah dimiliki.
  • Mengisi formulir dan melengkapi dokumen penunjang.
Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Layanan Telepon 24 Jam BNI Call di (021) 5789-9999, 68888 dari ponsel Anda.
KETENTUAN BIAYA
Biaya Administrasi
Rp. 500.000
Biaya Appraisal
Rp. 300.000
Biaya Provisi
1% dari Maksimum Kredit
Asuransi
Jiwa & Kerugian
Biaya sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


PERSYARATAN DOKUMEN
Jenis Dokumen
Pegawai Tetap
Profesional
Pengusaha/Wiraswasta
FC KTP (Suami Istri)
X
X
X
FC Kartu Keluarga
X
X
 X 
FC Surat Nikah
X
X
X
FC NPWP Pribadi / SPT PPh 21
X
X
X
FC Rek 3 Bln Terkahir
X
X
X
Asli Surat Keterangan Kerja & Slip Gaji
X
X
 
FC Ijin Praktek Profesional
 
X
 
FC SIUP, TDP & NPWP Perusahaan
   
X
Pas Foto 4x6 (Pemohon : Suami/Istri)
X
X
X
FC Dokumen Jaminan
X
X
X
Laporan Keuangan
   
X

Sumber Griya BNI

KPR Permata Bank Syariah

Miliki rumah idaman dengan cicilan fix maupun floating!
PermataKPR iB : senangnya.Memiliki rumah idaman, bukanlah hal yang mustahil. Pembiayaan pemilikan rumah bersama PermataKPR iB dari PermataBank Syariah akan membantu mewujudkannya.

Dengan proses cepat dan mudah, Anda dapat segera memiliki rumah, ruko, apartemen, villa, kavling, renovasi atau untuk konstruksi/pembangunan rumah.
PermataKPR iB memiliki 2 (dua) pilihan akad:
  1. Akad Murabahah adalah akad pembiayaan dengan prinsip jual beli dengan menyertakan harga pokok dan keuntungan (margin) yang disepakati. Dengan demikian Anda akan merasa tenang karena selama masa pembiayaan besar angsuran tidak berubah (fixed) meskipun kondisi ekonomi tidak menentu.
  2. Akad Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) adalah akad pembiayaan dengan prinsip sewa beli dengan adanya pembelian properti oleh nasabah di akhir periode. Besarnya biaya sewa ini dapat ditinjau kembali sesuai dengan periode yang telah ditentukan oleh bank. Hal ini akan memberikan keuntungan kepada nasabah karena tidak terikat pada biaya sewa yang sama selama masa pembiayaan. Nasabah juga diberikan fleksibilitas untuk memilih apakah properti akan dicatatkan atas nama nasabah atau atas nama Bank.
Plafon Pembiayaan
Pembiayaan mulai Rp 100 juta – Rp 5 miliar.

Angsuran
  • Murabahah — Besar angsuran tetap (fixed) selama jangka waktu pembiayaan.
  • Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) — Besar angsuran dapat ditinjau kembali (floating) sesuai dengan periode yang telah ditentukan oleh bank.
Maksimum Pembiayaan
80% dari harga jual developer/harga appraisal dari PermataBank Syariah
Jangka Waktu
Pembayaran angsuran disesuaikan dengan kemampuan Anda, jangka waktu pembiayaan 1 sampai dengan 20 tahun.

Ketentuan Biaya
  • Biaya Administrasi sebesar 1% dari pembiayaan.
  • Premi Asuransi Jiwa & Asuransi Kebakaran secara syariah yang kompetitif.
  • Biaya Notaris, meliputi:
  • - Perjanjian Pembiayaan - Akta Pemasangan Hak Tanggungan (APHT) (hanya berlaku untuk Akad Murabahah dan Akad IMBT dengan properti atas nama nasabah)
Kemudahan
  • Proses pembiayaan mudah dan cepat.
  • Pembayaran angsuran dapat dilakukan secara autodebet.
  • Pelunasan dapat dipercepat, sebelum jangka waktu pembiayaan berakhir.
  • Perlindungan Asuransi Jiwa dan Kebakaran secara syariah dengan premi yang kompetitif.
Persyaratan Pengajuan
  • Warga Negara Indonesia.
  • Perorangan (bukan badan usaha).
  • Berusia 21 tahun atau sudah menikah dan berusia maksimum 55 tahun (untuk karyawan) atau 65 tahun (untuk pengusaha/profesional) pada saat pembiayaan berakhir.
  • Mempunyai penghasilan tetap dan berkesinambungan.
Dokumen yang Diperlukan:
  • Rumah Baru (Surat Pemesanan Rumah dari Developer).
  • Bukan Rumah Baru:
  • 1. Fotokopi Sertifikat. 2. Fotokopi AJB/Akta Hibah/Akta Waris. 3. Fotokopi IMB. 4. Fotokopi setoran PBB tahun terakhir.
Dokumen Pribadi
Persyaratan Dokumen
Dokumen  KaryawanPengusaha  Profesional
Fotokopi KTP/Paspor Suami-Istri √ √ √
Fotokopi Kartu Keluarga √  √ √
Fotokopi Akta Nikah*/Cerai/Pisah Harta (jika pisah harta)
* Bila tidak ada diganti dengan akta lahir anak terkecil
 √  √  √
Fotokopi Surat WNI dan Ganti Nama (jika ada) atau Akta Lahir
Suami Istri (Untuk WNI Non Pribumi)
 √  √
Slip Gaji Terakhir Asli/Surat Keterangan Kerja √
Fotokopi Tabungan/Rekening Koran 3 bulan terakhir √ √ √
Fotokopi NPWP Pribadi*
* Untuk karyawan dapat diganti dengan SPT PPh 21
 √ √ √
Fotokopi SIUP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Keterangan domisili atau Akta Pendirian Perusahaan, Laporan
Keuangan Terakhir
  √
Fotokopi Surat Ijin Praktek/SK Pengangkatan dari Instansi Terkait √

Tabel Angsuran
Selama periode angsuran fix per Rp. 1.000.000,-
Tabel Simulasi

Contoh:
Margin Berlaku      : 11.25%
Pembiayaan Bank  : Rp 100.000.000,-
Jangka Waktu       : 10 tahun
Cara Menghitung Angsuran
a. Kalikan Nilai Faktor (yang di bold) dengan 100 (tabel per 1 juta)
b. (13.917 x 100)
c. Angsuran/bulan: Rp 1.391.700,-

Sumber Bank Permata

Tahun depan, harga rumah subsidi naik

JAKARTA. Kabar buruk bagi mereka yang memerlukan rumah murah. Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) akan menaikkan harga rumah bersubsidi tahun depan. Alasannya, karena harga tanah dan bahan-bahan bangunan terus mengalami kenaikan.
Lukman Hakim, Asisten Deputi Penyediaan Rusun dan Rumah Tapak Kempera menuturkan, pihaknya telah menyiapkan draf usulan untuk menaikkan seluruh jenis rumah bersubsidi, mulai dari rumah sejahtera, rumah murah, rumah sangat murah, hingga rumah sederhana sewa. "Semua itu sudah waktunya naik," ungkapnya, Kamis (3/11).
Ambil contoh, untuk rumah susun sederhana milik (rusunami) yang sekarang harganya Rp 144 juta per unit. Tahun depan, harga rusunami ini akan naik 25%-39% menjadi Rp 180 juta-Rp 200 juta per unit. Selain rusunami, harga rumah sangat murah yang saat ini Rp 4 juta per unit juga akan naik hingga 25% atau Rp 5 juta-Rp 6 juta per unit.
Ia menuturkan, rencana kenaikan ini wajar karena sudah sejak lima tahun lalu harga rumah tersebut mandek. Padahal tiap tahun ada kenaikan inflasi yang menyebabkan harga tanah dan bahan bangunan terus membumbung. Harga cat saja sejak awal tahun 2011 sudah naik hingga 14%. Sedangkan harga batu bata sudah naik hingga 45%.
Lukman menuturkan, rencana ini juga untuk mendorong minat pengembang swasta. Selama ini, mereka malas membangun rumah sederhana karena harganya stagnan. Padahal kebutuhan rumah tidak seimbang dengan kebutuhan rumah tangga yang mencapai 710.000 tiap tahun. "Angka kekurangan rumah (backlog) tahun 2011 saja mencapai 13,6 juta unit rumah," ungkapnya.
Eddy Ganefo, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) setuju dengan rencana ini. Ia bilang, harga rumah saat ini bikin pengembang merugi. "Kami tidak mungkin menurunkan kualitas," ungkapnya.
Apersi menargetkan akan membangun 60.000 unit rumah sederhana. Sampai akhir Oktober, sudah 50.000 unit terbangun. Ia mentargetkan tahun 2012 akan membangun 95.000 unit rumah lagi.

Kamis, 15 Desember 2011

KPR topang pertumbuhan kredit BCA dan BNI

JAKARTA. Tak salah jika Bank Indonesia (BI) mulai mewaspadai ancaman penggelembungan aset di sektor properti. Beberapa bank memang mencatatkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) luar biasa besar. Bahkan, penyangga utama kredit properti ini menjadi motor penggerak kredit bank.
Ketergantungan bank terhadap kredit jenis ini terlihat dalam kinerja PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) kuartal III-2011. Kedua bank papan atas tersebut melaporkan pertumbuhan KPR di atas 40%, jauh di atas rata-rata total pertumbuhan kredit industri yang berkisar 20% - 23% (yoy).
BNI misalnya, membukukan KPR senilai Rp 16,2 triliun per September 2011, melonjak 49,6% dari periode yang sama 2010 sebesar Rp 10,8 triliun. BNI Griya, nama merek KPR BNI, mengatrol kredit konsumer hingga berhasil mencatatkan pertumbuhan 37,8% menjadi Rp 28,76 triliun. "Porsi kredit rumah sebesar 56% dari total kredit konsumer," kata Gatot Murdiantoro Suwondo, Minggu (30/10).
Sumbangan segmen konsumer terhadap total kredit mencapai 17,9%. Kendati relatif kecil, manajemen meyakini kontribusinya bakal membesar dalam beberapa tahun ke depan. Akhir September, BNI membukukan kredit Rp 160,72 triliun, tumbuh 27% dibanding posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 126,07 triliun.
Meski melonjak 49%, BNI tidak ada rencana mengerem KPR. Direktur Ritel dan Konsumer BNI, Darmadi Sutanto mengatakan, kredit ini masih aman untuk dikembangkan lantaran sebagian besar konsumennya bukan tipikal investor. Mereka membeli rumah untuk ditinggali, sehingga potensi default-nya lebih kecil. "Kalaupun pembatasan, kami membatasi diri bagi debitur yang ingin memiliki rumah tinggal ketiga," katanya.
Untuk mencegah bubble seperti yang dicemaskan BI, bank berpelat merah terbesar ketiga ini akan mengontrol bisnis KPR dengan mengatur ulang uang muka dan pemilihan kerjasama dengan real-estate dalam pengadaan rumah.
Manajemen akan memilih pengembang yang bonafide dan memiliki lokasi proyek yang strategis, sehingga rumah layak dijual kembali ketika pemiliknya gagal bayar. "Potensi kebutuhan rumah masih cukup besar sehingga perseroan masih akan menargetkan kenaikan pertumbuhan kredit KPR pada konsumer," tambah Gatot.
Sementara itu, BCA merealisasikan KPR sebesar Rp 23,8 triliun hingga kuartal III-2011 atau naik 41,4% dari periode yang sama tahun lalu. Produk ini berkontribusi 54% terhadap total penyaluran kredit konsumer yang mencapai Rp 44,06 triliun, tumbuh 28,2% (yoy). Penyangga kredit konsumer BCA lainnya adalah kredit kendaraan dan pembiayaan melalui kartu.
Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, mengatakan, BCA berupaya mengendalikan pertumbuhan KPR agar tidak terjadi penggelembungan. Caranya, BCA lebih selektif memilih calon debitur. Jawara kredit konsumer ini tak khawatir kehilangan nasabah. Maklum, promo KPR yang mereka gelar, bunga tetap 7,5% selama dua tahun, benar-benar menggiurkan konsumen. "Meski permohonan kredit terus meningkat, kami tidak akan menyetujui semuanya. Hingga akhir tahun, permintaan KPR bakal tetap tinggi," kata Jahja.
BCA bakal mempertahankan promo bunga KPR 7,5% selama dua tahun pertama karena permintaannya tinggi. Selain itu, biaya dana BCA murah, sehingga punya kemampuan untuk menekan bunga kredit. Bank milik Djarum ini membukukan dana pihak ketiga Rp 301,3 triliun, tumbuh 14,6% (yoy). Dari jumlah tersebut, sebanyak 77% merupakan tabungan dan giro alias dana murah.

Sumber Kontan

Bank besar perang bunga KPR

JAKARTA. Ancaman bubble di kredit properti tak lantas mendorong bank mengerem penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Persaingan di segmen ini justru makin ketat. Beberapa bank perang harga dengan menggelar promo KPR berbunga murah.
Setelah Bank Central Asia (BCA) dan Bank Negara Indonesia (BNI), kini giliran Bank Mandiri yang menggeber KPR berbunga mungil. Bank plat merah dengan aset terbesar itu berani memberikan bunga KPR sebesar 5,25% per tahun selama dua tahun pertama cicilan. Penawaran tersebut terhitung lebih rendah dari promo KPR BCA sebesar 7,5% dan BNI sebesar 7,49%.
Bank Mandiri akan menjajakan promo tersebut pada Mandiri Expo, 9 – 11 November 2011 mendatang. Seusai pameran, program ini tetap berlanjut hingga akhir tahun.
Meski terlihat menggiurkan, bukan berarti tawaran Bank Mandiri lebih baik dari kompetitor. Pasalnya, Bank Mandiri menetapkan syarat tertentu bagi nasabah yang ingin memperoleh bunga 5,25%. Ini berbeda dengan strategi BCA dan BNI yang memberikan promo ke semua nasabah. "Bagi yang tidak bisa memenuhi syarat, kami menawarkan promo bunga 6% dan 7%. Jadi bunga 5,25% itu batas terendah," kata EVP Consumer Loans Group Bank Mandiri, Sarastri Baskoro.
Dia menjelaskan, promo 5,25% ini hanya untuk hunian di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Selain itu, hanya satu developer yang memberikan fasilitas ini. "Karena itu, calon konsumen harus memiliki KTP di daerah tersebut," katanya. Pinjaman ini memiliki tenor 15 tahun dengan uang muka 20%. Sarastri tak menjelaskan alasan pemilihan developer dan lokasi hunian di kedua daerah itu.
Head of Product Development and Business Credit Consumer BNI, Indrastomo Nugroho, mengatakan bank menawarkan KPR berbunga rendah untuk menggenjot kredit akhir tahun.
Selain itu, kondisi likuiditas beberapa bank sedang longgar, sementara sektor yang dibiayai makin terbatas, seiring meningkatnya ketidakpastian global.
BNI menawarkan bunga KPR 7,49% selama periode Oktober 2011 hingga Desember 2011. Bunga itu berlaku selama dua tahun pertama. Selanjutnya debitur akan dibebankan bunga berjalan sekitar 13%. Besaran bunga ini bisa berubah mengikuti BI rate, biaya dana dan inflasi.
Program ini khusus untuk rumah seharga Rp 500 juta, dengan uang muka 20%. Hanya nasabah yang bergaji minimal sebesar Rp 10 juta yang bisa mengakses pinjaman ini.
Sementara BCA menggelar promo 7,5% sejak September 2011. Dari program ini, bank terafiliasi dengan Grup Djarum itu menargetkan pertumbuhan KPR hingga 60%.
Agar terhindar dari risiko kredit macet, BCA lebih selektif memilih debitur. "Meski permohonan kredit meningkat, kami tidak akan menyetujui semuanya. Hingga akhir tahun, permintaan KPR tetap tinggi," kata Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA.
Seperti halnya Mandiri, BCA leluasa menggelar promo KPR karena dana murahnya meningkat pesat. Bank ini membukukan DPK Rp 301,3 triliun pada kuartal III-2011, tumbuh 14,6% (yoy). Dari jumlah itu, sebanyak 77% tabungan dan giro alias dana murah.

Sumber Kontan

BI klaim pertumbuhan kredit properti masih rasional

JAKARTA. Sektor properti masih memperlihatkan tren positif sampai dengan kuartal ketiga tahun ini. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan kredit properti yang disalurkan dalam rupiah maupun valas tercatat naik 24,85% menjadi Rp 285,292 triliun.

"Properti dari segi permintaan potensinya memang tinggi. Sejauh ini pertambahannya rasional," ungkap Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Wimboh Santoso, Senin (7/11).

Merujuk data Bank Indonesia (BI), kontribusi terbesar masih datang dari kredit kepemilikan rumah dan kredit kepemilikan apartemen (KPR/KPA), yakni Rp 169,21 triliun setara dengan 59,31% dari seluruh kredit properti per September 2011. Jumlah penyaluran kredit KPR/KPA tersebut tumbuh 24,38% dibandingkan pencapaian pada periode serupa tahun lalu yaitu Rp 136,03 triliun.

Berikutnya adalah kredit konstruksi sebesar Rp 74,48 triliun dan kredit real estate sebesar Rp 41,59 triliun. Meski nilainya lebih kecil dibandingkan kredit konstruksi, namun pertumbuhan kredit real estate nyaris menyamai pertumbuhan KPR/KPA, yakni 25,85% dibandingkan September 2010 yang mencapai Rp 33,04 triliun. Sementara itu, kredit konstruksi hanya tumbuh 14,62% dibandingkan pencapaian September 2010 sebesar Rp 64,98 triliun.

Wimboh menambahkan, pertumbuhan kredit properti mulai mengkhawatirkan bila properti yang dikreditkan tidak dimaksudkan untuk ditinggali melainkan untuk membengkakkan dana semata.

"Sayang kan kalau dananya ditanam saja di situ dan tidak menimbulkan efek multiplier. Jangan sampai jadi ajang spekulasi lalu menimbulkan bubble," imbuh Wimboh.

Bila properti hanya dimaksudkan untuk spekulasi, saat perekonomian lesu kondisinya bisa berbahaya. Harga jatuh, properti tidak laku karena tidak ada pembeli maupun penyewa, ujung-ujungnya kredit pun macet. Meski tak spesifik, Wimboh beranggapan potensi spekulasi cenderung terjadi pada properti yang ditujukan untuk segmen kelas mewah.

Sumber Kontan

Perbankan syariah kucurkan KPR Rp 750 miliar

JAKARTA. Program sosialisasi yang dilakukan Bank Indonesia dan perbankan syariah melalui partisipasi expo menuai sukses. Tengok saja transaksi dalam pameran properti Real Estate Expo 2010 yang diselenggarakan selama sepekan di pekan terakhir Oktober yang mampu melampaui target.

Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya Siregar mengatakan, dalam pameran serupa sebelumnya, pihaknya hanya menargetkan Rp 100 miliar namun realisasinya mampu mencapai Rp 369 miliar. "Nah dalam pameran properti bulan lalu, targetnya kami tingkatkan dari transaksi sebelumnya yakni sebesar Rp 500 miliar, ternyata sepekan berlangsung target itu bisa terlampaui hingga mencapai Rp 750 miliar," jelasnya di sela acara seminar Prospek Pembiayaan dari Perbankan Syariah untuk Bisnis Franchise, Rabu (3/11).
Mulya bilang, pencapaian tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat akan perumahan masih sangat besar, dan minat terhadap KPR syariah juga semakin besar.

Mulya mengatakan, keterlibatan perbankan syariah dalam expo semacam itu sebagai langkah untuk memperkenalkan kelebihan fitur-fitur produk iB perbankan syariah pada masyarakat.

Sumber Kontan

Selasa, 13 Desember 2011

Butuh Uang Muka Perumahan? Coba ke Jamsostek

Peserta Jamsostek bisa mendapat bantuan uang muka perumahan. Dulu fasilitas ini hanya untuk masyarakat berpendapatan di bawah Rp 4,5 juta per bulan. Tapi kini, setiap peserta bisa menikmatinya.
Menurut Kepala Bidang Pemasaran Kantor Cabang Semarang I PT Jamsostek Tonny Weka, banyak peserta Jamsostek yang menanyakan alasan pemberian fasilitas uang muka hanya untuk peserta bergaji maksimal Rp 4,5 juta. Karena alasan itulah program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) akhirnya dibuka untuk seluruh peserta.
Jumlah pinjaman maksimal yang bisa diambil oleh peserta dengan pendapatan Rp 4,5 juta adalah Rp 20 juta. Sedangkan peserta dengan pendapatan antara Rp 4,5-10 juta per bulan bisa mengambil pinjaman dengan nilai maksimal Rp 35 juta. Sementara peserta dengan gaji antara Rp 10-15 juta per bulan boleh mengambil pinjaman hingga Rp 50 juta. Pinjaman dapat diangsur dalam tempo waktu 10 tahun dengan bunga 6 persen.
Karyawan harus memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan uang muka. Berikut ini kriterianya yang tertera di situs Jamsostek.
  • Belum memiliki rumah sendiri yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai cukup dari tenaga kerja Jamsostek.
  • Telah terdaftar menjadi peserta Jamsostek minimal 1 tahun.
  • Mendapatkan rekomendasi dari perusahaan Penanggung Jawab Pengurusan PUMP.
  • Bersedia dipotong gajinya untuk pembayaran angsuran PUMP kepada PT Jamsostek (persero).
  • Setuju dan sepakat untuk membeli rumah yang ditawarkan oleh Pengembang: baik lokasi rumah, tipe rumah, harga rumah, besarnya uang muka KPR, jangka waktu maupun suku bunga KPR-nya.
  • Dinyatakan lulus seleksi KPR oleh Bank Pemberi KPR dengan bukti diterbitkan SP3K (Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit).
  • Pembayaran angsuran dilaksanakan secara kolektif oleh Perusahaan penanggung Jawab pengurusan PUMP.
Perusahaan tempat karyawan bekerja pun punya kriteria. Perusahaan membantu karyawan mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan bantuan uang muka. Berikut ini kriteria untuk perusahaan.
  • Telah berdiri minimal 1 (satu) tahun dan masa aktif.
  • Tertib administrasi kepesertaan program Jamsostek.
  • Koperasi karyawan yang telah mendapatkan surat kuasa dari perusahaan untuk pengurusan PUMP.
  • Koperasi karyawan telah berdiri minimal 1 (satu) tahun.
  • Pejabat Penanggung jawab pengurusan PUMP pada Perusahaan minimal adalah Manajer Personalia.
Pengembang yang menjual rumah juga harus memenuhi kriteria sebagai berikut.
  • Terdaftar sebagai anggota REI atau APERSI/KOPPERSI (Koperasi Pengembangan Rumah Sederhana Indonesia) atau Perum PERUMNAS
  • Mendapatkan rekomendasi dari REI atau APERSI/KOPPERSI setempat (kecuali Perum PERUMNAS).
  • Telah memiliki lahan siap bangun dan mendapatkan izin prinsip dari Instansi yang berwenang (lahan tidak bermasalah).
  • Mendapat dukungan dari Bank Pemberi KPR.
  • Melakukan penawaran rumah melalui Perusahaan peserta Jamsostek yang dikoordinasikan dengan kantor cabang PT. Jamsostek (Persero) dalam rangka konfirmasi ketertiban administrasi kepesertaannya.
Sumber yahoo