Rabu, 24 Agustus 2011

Strategi mengambil KPR

STRATEGI MENGAMBIL
KREDIT PEMILIKAN RUMAH

Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 697/XIV
Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, pembelian rumah bisa dilakukan dengan dua macam cara: tunai maupun kredit. Anda bisa membeli rumah secara tunai bila Anda memiliki uang yang nilainya sama dengan harga rumah yang Anda inginkan. Sebagai contoh, bila harga rumah adalah Rp 100 juta (bangunan plus tanah), maka Anda bisa membeli rumah tersebut secara tunai bila Anda memang punya uang tunai sebesar Rp 100 juta.
Masalahnya, kebanyakan keluarga yang tingkat ekonominya menengah ke bawah seringkali tidak memiliki uang tunai sebanyak itu. Jumlah uang tunai yang mereka punya mungkin hanya 60%-nya, 40%-nya, atau bahkan mungkin cuma 30%-nya. Lalu bagaimana solusinya? Solusinya adalah dengan membeli rumah tersebut secara kredit.
Sekarang, bisa tidak Anda mengambil kredit? Kalau Anda datang ke bank, maka bank biasanya memiliki produk kredit yang bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah. Nama produk ini adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Untuk bisa mengambil KPR, maka bank biasanya tidak akan mau membayari rumah Anda 100%. Mereka hanya akan membayari rumah Anda sekitar 70% dari harga rumah, sisanya yang 30% harus Anda bayar sendiri dari kantong Anda.
Bagaimana caranya? Kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, maka Anda harus membayar dulu 30%-nya dari kantong Anda (dalam contoh ini berarti Rp 30 juta). Setelah itu, barulah bank akan melunasi sisanya yang 70% (yaitu Rp 70 juta). Disini, jumlah 30% yang Anda bayar dianggap oleh bank sebagai Uang Muka (Down Payment = DP), dan jumlah 70% yang dipinjamkan bank untuk membayar sisa harga rumah akan menjadi hutang bagi Anda yang harus Anda cicil pembayarannya, tentunya disertai dengan bunga.
Pertanyaan berikutnya, apakah Anda punya dana yang cukup untuk membayar Uang Muka yang 30% itu? Kalau ya, bagus. Ini berarti Anda tinggal melanjutkan ke langkah yang berikutnya, yaitu mengajukan Permohonan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) ke bank. Tetapi bagaimana bila Anda tidak memiliki dana untuk membayar Uang Muka tersebut? Ini berarti Anda harus menabungnya terlebih dahulu, dan jangan memaksakan diri untuk mengajukan Permohonan KPR sekarang juga. Ingat sekali lagi, bank hanya akan memberikan kredit bila Anda mau membayar jumlah sebesar 30%-nya terlebih dahulu. Kalau Anda tidak punya uang yang 30%-nya itu, maka Anda harus menabungnya lebih dulu.

Selasa, 23 Agustus 2011

Kredit Pemilikan Rumah BCA


Kredit Pemilikan Rumah BCA
Memiliki rumah pribadi adalah impian semua orang. Hanya saja dana yang diperlukan tidaklah sedikit untuk mewujudkannya. BCA menawarkan alternatif pembelian rumah melalui KPR BCA yaitu pinjaman yang ditujukan untuk membiayai pembelian rumah/ruko baik dalam kondisi baru maupun bekas (second) untuk dimiliki/ditempati sendiri dan perbaikan rumah tinggal (renovasi).
Persyaratan :

KPR Panin

KPR Panin adalah fasilitas kredit yang dipergunakan untuk pembelian rumah, villa, ruko, rukan, apartemen, kavling dari perorangan, developer hingga agen ...


Keleluasaan pembiayaan hingga 20 tahun, sehingga Anda akan mudah mengatur keuangan dan besarnya angsuran setiap bulannya.

Senin, 22 Agustus 2011

Suku Bunga KPR BCA

VIVAnews - Bank Indonesia (BI) mencatat rata-rata suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perbankan nasional sebesar 11-12 persen. Berdasarkan daftar publikasi suku bunga dasar kredit (SBDK) suku bunga KPR terendah diberikan oleh PT Bank Central Asia Tbk yaitu 9,5 persen, sedangkan tertinggi PT Bank Bukopin Tbk sebesar 12,81 persen.

Seperti diketahui, BI mewajibkan perbankan untuk mengumumkan SBDK per 31 Maret. Hal itu untuk memberikan transparansi kepada nasabah dan menjadikan bank lebih efisien.
"Nantinya akan menjadikan persaingan lebih kompetitif," kata Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Wimboh Santoso, di Jakarta, Kamis, 31 Maret 2011.

Selain suku bunga KPR, data BI menunjukkan bahwa suku bunga kredit korporasi terendah sebesar 9 persen, dan tertinggi adalah PT Bank Mandiri Tbk sebesar 11,25 persen. Sedangkan suku bunga komersial non KPR terendah dipegang oleh PT Bank Internasional Indonesia Tbk sebesar 9,27 persen dan tertinggi PT Bank Danamon Tbk sebesar 23,6 persen.

Sementara itu, sektor kredit ritel, suku bunga dasar termurah dipegang Bank Internasional Indonesia sebesar 10,96 persen dan tertinggi adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dengan bunga sebesar 13,05 persen. Suku bunga non KPR tertinggi adalah Bank Danamon sebesar 23,6 persen dan terendah adalah BII sebesar 9,72 persen.

Kewajiban mengumumkan suku bunga dasar kredit itu dikenakan pada bank dengan aset di atas Rp10 triliun atau sebanyak 43 bank. Menurut Wimboh, masih ada empat bank yang belum mengumumkan SBDK. "Tapi, saya percaya semuanya akan diumumkan hari ini, sudah saya telepon," kata dia. (art)
• VIVAnews
Rating






Rabu, 17 Agustus 2011

KPR Mandiri

Mandiri KPR Adalah kredit pemilikan rumah dari Bank Mandiri yang diberikan kepada perorangan untuk keperluan pembelian rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan yang dijual melalui developer atau non develope.
Mandiri KPR Dou, adalah fasilitas Mandiri KPR yang dipergunakan untuk pembelian rumah tinggal/apartemen/ruko di proyek developer sekaligus pembelian mobil/motor.
Mandiri KPR Take Over, adalah fasilitas Mandiri KPR yang dipergunakan untuk pengambilalihan fasilitas kredit dari bank lain yang sejenis dengan produk KPR dan sekaligus untuk pemenuhan kebutuhan lainnya.
Mandiri KPR Flexible, adalah fasilitas Mandiri KPR yang dipergunakan untuk keperluan pembelian rumah dengan sistem pembayaran angsuran yang fleksibel yaitu tersedianya rekening flexible selama jangka waktu tertentu atas sebagian tertentu dari limit kredit yang diperoleh. (sumber www.bankmandiri.co.id)

Selasa, 16 Agustus 2011

KPR Tanpa Bunga dan Uang Muka

Sebagai pedagang, pengembang tak akan memberikan sesuatu secara gratis kepada konsumen. Pemberian fasilitas nol persen pasti ada itung-itungannya. Dalam pembelian tunai pengembang umumnya memberi diskon 10 % kalau dengan fasilitas KPR lima persen.
Dalam kasus ini, diskon tidak diberikan langsung kepada konsumen tetati di pakai pengembang untuk mensupsidi bunga KPR debitur di Bank tertentu pada tahun ke satu, jadi fasilitas bebas bunga ini marketing gimmick saja.
Bahwa banyak Bank yang tidak berani melansir program ini, karena khawatir pada tahun ke dua dan seterusnya akan terjadi kredit bermasalah, konsumen keenakan dengan cicilan tanpa bunga dan lupa sehingga menginjak tahun ke dua dia kaget karena cicilan KPR-nya tiba-tiba membengkak.
Karena itu, kalau Anda berminat mengambil KPR bebas bunga dan uang muka  jangan terlena, sejak awal pastikan Anda siap membayar cicilan di tahun kedua, jangan kaget di tahun kedua cicilan membengkak.
Contoh katakan Anda membeli rumah tipe 36/77 dengan fasilitas Bank XXX, di salah satu perumahan yang dibangun XYZ seharga Rp. 1003.140.000,- dengan tanja jadi booking fee Rp. 2,5 juta, maka nilai KPR Anda adalah Rp. 100.640.000,-
Dengan periode KPR lima tahun, cicilan tahun ke 1 (bunga nol persen) adalah Rp. 1.677.333/bulan (Rp. 100.640.000 : 60 bulan).
Pada tahun ke dua dengan asumsi bunga KPR Bank XXX 11 %, cicilan melonjak menjadi Rp. 2.188.157/bulan karena ada tambahan bunga Rp 510.825/bulan (Rp 2.188157 - RP. 1.677.333).
(Majalah estate 2004)




Kpr Bank BTN

Photobucket
Sejak dulu hingga kini, kami senantiasa menjadi mitra Anda dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah, bersama KPR  BTN, rumah idaman keluarga Anda bukan lagi impian. Kini kami makin matang dalam melayani segala kebutuhan perbankan Anda. Komitmen kami adalah masa depan Anda

Senin, 15 Agustus 2011

Bank Kpr

Memiliki rumah pribadi adalah impian semua orang. Hanya saja dana yang diperlukan tidaklah sedikit untuk mewujudkannya. Bank KPR menawarkan alternatif pembelian rumah melalui KPR yaitu pinjaman yang ditujukan untuk membiayai pembelian rumah/ruko baik dalam kondisi baru maupun bekas (second) untuk dimiliki/ditempati sendiri dan perbaikan rumah tinggal (renovasi).