Selasa, 27 Desember 2011

Bunga KPR Turun, Kredit BCA Tumbuh Pesat

VIVAnews - PT Bank Central Asia Tbk menyatakan sejak suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) turun menjadi 7,5 persen, kredit tumbuh sangat signifikan. Hingga akhir tahun, total kredit perumahan diperkirakan mencapai Rp27 triliun atau 50 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Serapan kredit hingga akhir 2011 juga tumbuh 27 hingga 30 persen," kata Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, di Jakarta, Rabu 21 Desember 2011.

Sementara itu, menurut Jahja, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) juga tumbuh cukup besar, yakni sekitar 35 persen menjadi sekitar Rp22-24 triliun.

Terkait dengan aturan Bank Indonesia yang ingin meningkatkan uang muka kredit kendaraan, Jahja berpendapat, BCA menyambut baik usulan tersebut. Sebab, saat ini, banyak perbankan yang memberikan uang muka hingga nol persen.
"Saya mendukung," katanya. "Minimal uang muka 20 hingga 30 persen, saya kira wajar," ujarnya.
BCA menurunkan suku bunga kredit mulai 1 Desember 2011. Dalam situs BCA disebutkan, suku bunga dasar kredit (SBDK) kredit korporasi mencapai 9 persen, kredit ritel 10,5 persen, kredit KPR 7,5 persen, dan kredit konsumsi untuk non KPR sebesar 8,64 persen.
SBDK ini belum memperhitungkan komponen premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masih debitor, sehingga suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitor belum tentu sama dengan SBDK. (art)

Sumber • VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar