Kamis, 15 Desember 2011

Bank besar perang bunga KPR

JAKARTA. Ancaman bubble di kredit properti tak lantas mendorong bank mengerem penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Persaingan di segmen ini justru makin ketat. Beberapa bank perang harga dengan menggelar promo KPR berbunga murah.
Setelah Bank Central Asia (BCA) dan Bank Negara Indonesia (BNI), kini giliran Bank Mandiri yang menggeber KPR berbunga mungil. Bank plat merah dengan aset terbesar itu berani memberikan bunga KPR sebesar 5,25% per tahun selama dua tahun pertama cicilan. Penawaran tersebut terhitung lebih rendah dari promo KPR BCA sebesar 7,5% dan BNI sebesar 7,49%.
Bank Mandiri akan menjajakan promo tersebut pada Mandiri Expo, 9 – 11 November 2011 mendatang. Seusai pameran, program ini tetap berlanjut hingga akhir tahun.
Meski terlihat menggiurkan, bukan berarti tawaran Bank Mandiri lebih baik dari kompetitor. Pasalnya, Bank Mandiri menetapkan syarat tertentu bagi nasabah yang ingin memperoleh bunga 5,25%. Ini berbeda dengan strategi BCA dan BNI yang memberikan promo ke semua nasabah. "Bagi yang tidak bisa memenuhi syarat, kami menawarkan promo bunga 6% dan 7%. Jadi bunga 5,25% itu batas terendah," kata EVP Consumer Loans Group Bank Mandiri, Sarastri Baskoro.
Dia menjelaskan, promo 5,25% ini hanya untuk hunian di kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Selain itu, hanya satu developer yang memberikan fasilitas ini. "Karena itu, calon konsumen harus memiliki KTP di daerah tersebut," katanya. Pinjaman ini memiliki tenor 15 tahun dengan uang muka 20%. Sarastri tak menjelaskan alasan pemilihan developer dan lokasi hunian di kedua daerah itu.
Head of Product Development and Business Credit Consumer BNI, Indrastomo Nugroho, mengatakan bank menawarkan KPR berbunga rendah untuk menggenjot kredit akhir tahun.
Selain itu, kondisi likuiditas beberapa bank sedang longgar, sementara sektor yang dibiayai makin terbatas, seiring meningkatnya ketidakpastian global.
BNI menawarkan bunga KPR 7,49% selama periode Oktober 2011 hingga Desember 2011. Bunga itu berlaku selama dua tahun pertama. Selanjutnya debitur akan dibebankan bunga berjalan sekitar 13%. Besaran bunga ini bisa berubah mengikuti BI rate, biaya dana dan inflasi.
Program ini khusus untuk rumah seharga Rp 500 juta, dengan uang muka 20%. Hanya nasabah yang bergaji minimal sebesar Rp 10 juta yang bisa mengakses pinjaman ini.
Sementara BCA menggelar promo 7,5% sejak September 2011. Dari program ini, bank terafiliasi dengan Grup Djarum itu menargetkan pertumbuhan KPR hingga 60%.
Agar terhindar dari risiko kredit macet, BCA lebih selektif memilih debitur. "Meski permohonan kredit meningkat, kami tidak akan menyetujui semuanya. Hingga akhir tahun, permintaan KPR tetap tinggi," kata Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA.
Seperti halnya Mandiri, BCA leluasa menggelar promo KPR karena dana murahnya meningkat pesat. Bank ini membukukan DPK Rp 301,3 triliun pada kuartal III-2011, tumbuh 14,6% (yoy). Dari jumlah itu, sebanyak 77% tabungan dan giro alias dana murah.

Sumber Kontan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar