Selasa, 16 Agustus 2011

KPR Tanpa Bunga dan Uang Muka

Sebagai pedagang, pengembang tak akan memberikan sesuatu secara gratis kepada konsumen. Pemberian fasilitas nol persen pasti ada itung-itungannya. Dalam pembelian tunai pengembang umumnya memberi diskon 10 % kalau dengan fasilitas KPR lima persen.
Dalam kasus ini, diskon tidak diberikan langsung kepada konsumen tetati di pakai pengembang untuk mensupsidi bunga KPR debitur di Bank tertentu pada tahun ke satu, jadi fasilitas bebas bunga ini marketing gimmick saja.
Bahwa banyak Bank yang tidak berani melansir program ini, karena khawatir pada tahun ke dua dan seterusnya akan terjadi kredit bermasalah, konsumen keenakan dengan cicilan tanpa bunga dan lupa sehingga menginjak tahun ke dua dia kaget karena cicilan KPR-nya tiba-tiba membengkak.
Karena itu, kalau Anda berminat mengambil KPR bebas bunga dan uang muka  jangan terlena, sejak awal pastikan Anda siap membayar cicilan di tahun kedua, jangan kaget di tahun kedua cicilan membengkak.
Contoh katakan Anda membeli rumah tipe 36/77 dengan fasilitas Bank XXX, di salah satu perumahan yang dibangun XYZ seharga Rp. 1003.140.000,- dengan tanja jadi booking fee Rp. 2,5 juta, maka nilai KPR Anda adalah Rp. 100.640.000,-
Dengan periode KPR lima tahun, cicilan tahun ke 1 (bunga nol persen) adalah Rp. 1.677.333/bulan (Rp. 100.640.000 : 60 bulan).
Pada tahun ke dua dengan asumsi bunga KPR Bank XXX 11 %, cicilan melonjak menjadi Rp. 2.188.157/bulan karena ada tambahan bunga Rp 510.825/bulan (Rp 2.188157 - RP. 1.677.333).
(Majalah estate 2004)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar