Rabu, 13 Agustus 2014

BI: 73,69% Pembeli Rumah Gunakan KPR


JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi sumber pembiayaan favorit bagi konsumen. Hampir sebagian besar konsumen atau 73,69 persen masih menggunakan KPR sebagai fasilitas utama dalam melakukan transaksi pembelian rumah, terutama pada rumah tipe kecil.

Selain KPR, sumber pembiayaan favorit konsumen lainnya adalah tunai bertahap (14,13 persen), dan disusul dengan pembayaran tunai dengan 12,17 persen.

"Sementara utk tingkat bunga KPR yang diberikan perbankan khususnya bank persero masih berkisar 9 hingga 12 persen," tulis survei Bank Indonesia, Rabu (13/8/2014).

Peningkatan yang terjadi pada sektor properti residensial ini juga ikut mengkerek angka penyaluran KPR dan KPA. BI mencatat, penyaluran KPR dan KPA pada triwulan II-2014 sebesar 5,93 persen, dengan total KPR mencapai Rp301.53 triliun. Ini lebih tinggi jika di bandingkan triwulan sebelumnya yang pertumbuhannya hanya 1,14 persen. (wdi)


Sumber OKezone

Bunga Kpr bca belm di turunkan

JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyebutkan masih enggan menurunkan bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Pasalnya, kondisi perekonomian saat ini berbeda dengan kondisi perekonomian dahulu kala.

"Kalau dulu kan likuiditas membanjir, kalau saat ini saya lihat keliatannya susah untuk turun, karena permintaan kredit masih besar padahal kenaikan DPK tidak seperti dulu," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat acara Halal Bihalal di Gedung CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (13/8/2014).

Jahja menuturkan, dengan likuiditas yang masih ketat, besar kemungkinan bunga KPR BCA untuk saat ini hanya bertahan. Saat ini, portofolio KPR BCA sendiri kurang lebih sebesar Rp40 triliun. Di mana, bunga tersebut untuk kelas menengah ke atas.

"Seinget saya sekitar Rp40 triliun lebih, enggak ingat persis, untuk bunga menengah ataslah yah," tambahnya.

Tidak hanya itu, sambung Jahja, BCA juga masih enggan menurunkan bunga kredit. Di mana, untuk menurunkan bunga kredit, BCA harus memastikan cost of fund sudah mengalami penurunan.

"Permasalahannya kita kan mau membatasi kredit, kalau permintaan turun, terus  permintaan meningkat lagi, pusing lagi, likuiditas ketat lagi," tutupnya. (wdi

Sumber okezone

Kamis, 03 Juli 2014

8 BPD Masih Setia Berikan Bunga KPR Rendah

RumahCom – Bank Pembangunan Daerah (BPD) tercatat sebagai bank yang masih setia memberikan suku bunga KPR (kredit pemilikan rumah) murah. Berdasarkan data suku bunga dasar kredit (SBDK) yang dirilis Bank Indonesia, dari 13 bank pemberi bunga KPR single-digit di bawah 10%, delapan di antaranya adalah BPD.
BPD Sulawesi Tenggara adalah bank yang menawarkan bunga KPR terendah, yakni 7,28%; sementara Bank Yudha Bhakti merupakan bank dengan bunga KPR tertinggi, yaitu 17,19%.
Informasi SBDK yang dipublikasikan BI didasarkan atas laporan yang disampaikan oleh bank kepada BI untuk posisi akhir bulan laporan. Informasi SBDK tersebut dapat saja berbeda dengan yang dipublikasikan pada papan pengumuman di setiap kantor Bank, website bank dan/atau surat kabar antara lain karena menggunakan posisi data yang berbeda. Konfirmasi atas kebenaran data dan/atau keterkinian data langsung ditujukan kepada bank yang bersangkutan.
Berikut ini data SBDK hingga akhir April 2014:
BPD Sulawesi Tenggara (7,28%)
BPD Jawa Tengah (7,39%)
Bank Woori Indonesia (7,86%)
BPD Jambi (7,86%)
BPD Yogyakarta (8,83%)
BPD Jawa Timur (8,99%)
Bank Standard Chartered (9,10%)
Bank HSBC  (9,50%)
Bank Hana (9,50%)
BPD Nusa Tenggara Timur (9,54%)
BPD Bali (9,62%)
BPD Kalimantan Timur (9,73%)
Bank Artha Graha Internasional (9,96%)
Anto Erawan

Ikuti BI rate, BCA naikkan suku bunga KPR bulan depan

Merdeka.com - Setelah menaikkan suku bunga deposito dari 3,75 persen menjadi 5,5 persen, PT Bank Central Asia Tbk berencana menaikkan suku bunga kredit sebesar 0,5 persen hingga 1 persen.
"KPR 0,5-1 persen, jadi sekitar 8-9 persen, tergantung tenor," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Hotel Indonesia Kempinski, Senin (15/7).
Jahja mengatakan, perseroan akan memberlakukan ketentuan suku bunga kredit yang baru, mulai awal bulan Agustus 2013. Suku bunga kredit tersebut baru diberlakukan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB).
"Bulan depan, KKB juga. Kredit lain sudah naik lebih dahulu. Kan DPK sudah lebih dulu naik. (Sektor kredit) Merata, korporasi, SME (small medium enterprises), konsumer naik. Kredit (naik) 0,25 persen bulan Mei, bulan ini (naik) 0,5 persen," tutur Jahja.
Perseroan mematok target pertumbuhan kredit sepanjang 2013 mencapai kisaran angka 18 persen hingga 20 persen. "KPR tumbuh 75 persen (tahun) 2011, 50 persen (tahun) 2012, tahun ini 25-30 persen. Tahun ini overall (kredit) kita prediksi mau 18-20 persen," ungkap Jahja.
Kendati terjadi perubahan BI rate yang mendorong naiknya suku bunga perbankan, Jahja mengaku, perseroan tidak melakukan revisi target dalam rencana bisnis bank (RBB) yang diajukan ke Bank Indonesia tengah tahun ini. "Gak ada revisi target," tutup Jahja.

Suku bunga KPR

Sabtu, 07 Juni 2014

Realisasikan Pasokan Hunian Murah

Pemerintah perlu bekerja lebih keras untuk mengurangi makin tingginya angka kekurangan pasokan (backlog) perumahan, khususnya bagi kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hingga saat ini, backlog sudah menembus 15 ribu unit. Angka itu menunjukkan masih banyaknya MBR yang tak bisa menikmati fasilitas perumahan murah.
Karena itu, perlu percepatan pengembangan perumahan untuk MBR. Harus ada perencanaan matang agar kinerja pasar perumahan bersubsidi dapat lebih meningkat. Keterjangkauan masyarakat bawah dalam memiliki rumah layak direncanakan agar difasilitasi dalam bentuk subsidi yang komprehensif.
Pemberian fasilitas diperlukan mengingat konsumen berpenghasilan rendah sekarang ini sulit untuk memiliki rumah karena kemampuan kelompok ini untuk menyediakan uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih rendah. Pemerintah pun didorong agar menyediakan subsidi komprehensif, selain subsidi bunga.
Selain itu, pemangku kepentingan di bidang perumahan lain juga didorong agar mampu menciptakan sistem pembiayaan yang lebih akurat agar kinerja pasar perumahan di segmen tersebut dapat terlaksana optimal. Lantas, seperti apa lembaga pembiayaan menyediakan sistem pembiayaan untuk perumahan murah?
Bank Tabungan Negara (BTN) punya jawaban jitu. Bank BTN menegaskan komitmennya mendukung pembiayaan hunian bersubsidi yang menjadi program pemerintah. Prestasi BTN yang mampu menyalurkan hingga 97 persen kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi menjadi barometer kesuksesan BTN sebagai mitra pemerintah untuk pembiayaan rumah sederhana dibanding bank lain yang hanya sanggup 3 persen secara keseluruhan.
“Bank BTN berkomitmen untuk mempertahankan market share pada pembiayaan di sektor perumahan rakyat,  khususnya kelas menengah bawah,” terang Direktur Bank BTN, Mansyur S Nasution, seusai peresmian  pembangunan proyek bagi pekerja di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (3/6).  Di sisi lain, Mansyur mengatakan Bank BTN juga akan meningkatkan porsi pembiayaan perumahan kelas menengah atas.
 Sebagai bukti komitmen, Bank BTN siap memberikan dukungan pembiayaan pembangunan perumahan bagi pekerja. Pada 2014, pembangunan perumahan bagi pekerja sudah direncanakan akan dibangun di 5 kota besar di Indonesia. Masing-masing akan dibangun di Kota Karawang, Serang, Palembang, Semarang, dan Surabaya.
“Kami sudah menyiapkan pendanaan untuk mendukung pembangunan perumahan pada kelima kota tersebut. Ini merupakan komitmen Bank BTN dan kami siap memberikan dukungan pembiayaannya,” tegas Mansyur. Proyek perumahan pekerja di Serang ini  merupakan proyek kedua  yang dibangun setelah sebelumnya dibangun proyek yang sama di Kota Karawang. Di Serang tersebut akan dibangun seribu (1.000) unit rumah sederhana tapak yang dibangun oleh PT Graha Nagara Indah selaku pengembang perumahan tersebut.
Dari 1.000 unit rumah yang direncanakan dibangun di lokasi tersebut, telah dibangun 541 unit dengan progres penyelesaian fisik bangunan antara 20 persen sampai 100 persen. Sekitar 130 unit telah direalisasi dengan skim KPR Sejahtera FLPP dengan Pinjaman Uang Muka Perumahan Kerjasama Bank (PUMP-KB) sekitar 2,58 miliar rupiah. Proyek perumahan ini disiapkan sebagai fasilitas perumahan yang diberikan untuk peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Kerja sama Bank BTN dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dimulai sejak  tahun 2006 dengan Program Perumahan bagi Peserta Jamsostek melalui Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat Jamsostek (KPRSHJ), Kredit Pemilikan Rumah Jamsostek (KPRJ), Kredit Kontruksi Jamsostek (KKJ). Tahun 2008, kerja sama tersebut berubah menjadi PUMP-KB.
Melalui kerja sama PUMP-KB dengan BPJS Ketenagakerjaan telah terealisasi sekitar  28.466 unit dengan nilai kredit berkisar  495 miliar rupiah.  Program PUM-KB BPJS Ketenagakerjaan ini diberikan khusus kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk keperluan tambahan biaya uang muka pembelian rumah.
Lebih lanjut, Mansyur menegaskan Bank BTN berkomitmen untuk mempertahankan market share pada pembiayaan di sektor perumahan rakyat,  khususnya kelas menengah bawah, serta meningkatkan porsi pembiayaan perumahan kelas menengah atas. Hal ini didasari oleh pentingnya posisi perseroan  sebagai bank milik negara yang fokus dalam pembiayaan perumahan (housing bank) bagi masyarakat.
Bank BTN tetap akan fokus sebagai housing bank yang memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi masyarakat Indonesia. Kami ingin Bank BTN dapat berperan lebih besar dalam memberikan dukungan terhadap program perumahan nasional ini, tambahnya. 
Sejak 1976 sampai dengan 31 Maret 2014, Bank BTN telah menyalurkan KPR Subsidi  53,15 triliun rupiah. Fasilitas kredit ini setidaknya telah dinikmati oleh  lebih dari 2.500.000 masyarakat Indonesia. Sementara khusus untuk skim FLPP yang dimulai sejak Oktober 2010 telah dikucurkan kredit oleh Bank BTN pada posisi yang sama lebih dari 18 triliun rupiah dengan jumlah rumah sebanyak 291.826 unit.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvyn G Masassya, mengatakan tujuan utama dari pengadaan perumahan pekerja ini untuk memberikan bantuan yang disebut PUMP dengan bunga hanya enam persen per tahun dan bunga ini jelas di bawah pasar. “Angsurannya menjadi sangat murah, sangat mudah, dan memberi akses kepada para pekerja untuk mendapatkan rumah,” kata Elvyn.
Dia menambahkan, semua perumahan pekerja ini merupakan hasil kerja sama dengan Bank BTN dan Kementerian Perumahan melalui programnya fasilitas Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan kerja sama bank dan yang mengajukan KPR BTN Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).
Menurut Elvyn, investasi yang ditanamkan BPJS Ketenagakerjaan dalam kerja sama itu sebesar 20 juta rupiah per rumah dengan bunga enam persen. Hasil bunga pinjaman uang muka perumahan ini buat bank karena sebagai penyalur sehingga dibutuhkan untuk menutupi biaya administrasi.
Fasilitas Komplet
Sementara itu, Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesra), Sugihartatmo, mengatakan masalah perumahan itu biasanya terkendala pada sekolah dan rumah sakit. Karena itu, adanya lahan yang luas tersedia atau sekitar 150 hektare di perumahan pekerja di Serang itu, diyakini Sugihartatmo dapat menjadi solusi. “Pembangunan rumah ini sangat menguntungkan bagi pekerja, terpenting, lahan terpenuhi dan pekerja juga tetap harus bayar (angsuran),” katanya.
Adapun dari pengembang, Dirut PT Graha Nagara Indah, Johan Arifin, mengatakan kalangan pekerja peserta BPJS sangat meminati rumah di Graha Nagara Indah di Kabupaten Serang mengingat lokasinya berdekatan dengan kawasan industri Cikande. "Sudah banyak pembeli dari rencana 1.000 unit akan kita bangun, seluruhnya pekerja setempat," Johan.
Ia mengatakan, saat ini telah dibebaskan lahan seluas 52 hektare untuk kawasan perumahan pekerja dari total 125 hektare, sisanya akan dibebaskan secara bertahap. Perumahan pekerja ini merupakan hunian layak huni tipe 36/66, dengan spesifikasi berkualitas di antaranya menggunakan atap baja ringan serta dinding batu bata, serta di dalamnya telah di isi sofa, furnitur lain, serta ruang dapur siap pakai. 
“Kelebihan lain, perumahan ini sudah dilengkapi fasilitas tempat tidur, kompor, dan tabung gas 3 kg. Harga rumah ini per unit sekitar  105 juta rupiah dan dikredit selama 15 tahaun–20 tahun. Sementara, untuk bayar cicilan selanjutnya di luar uang muka kerja sama dengan BTN dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari Kemenpera sehingga hanya mendapat bunga sebesar 7,5 persen per tahun dari BTN, sedangkan bunga bank sekarang sekitar 14 persen per tahun,” pungkasnya. () hay/E-6
= = =
sumber http://koran-jakarta.com/?13449-realisasikan%20pasokan%20hunian%20murah

Fokus Sebagai Bank Perumahan, BTN Akan Perbesar Market Share KPR

JAKARTA, jktproperty.com – Rencana pemerintah mengakuisisi Bank BTN oleh Bank Mandiri otomatis batal mengingat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN yang berlangsung hari ini akuisisi tidak diagendakan. Sementara pihak Bank BTN yang kini fokus sebagai bank perumahan optimistis target 2014 akan tercapai. BTN juga akan memperbesar market share KPR tahun ini.
Dirut Bank BTN Maryono mengatakan RUPSLB BTN hanya mengagendakan perubahan pengurus. “Tidak ada agenda akuisisi, lagi pula itu domain-nya pemerintah. Hari ini RUPSLB hanya mengagendakan perubahan pengurus. Itu saja,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut dia, terlepas dari isyu akuisisi BTN kini tengah melakukan konsolidasi dan pengurus bertekad menjadikan BTN sebagai the best company di lingkungan BUMN. “BTN sekarang ini sedang melakukan konsolidasi dan transformasi internal. Bentuknya, ya perbaikan di semua lini dan meningkatkan produktivitas,” kata Maryono.
Penyelenggaraan RUPSLB BTN diselenggarakan untuk memenuhi Undang-undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dalam RUPSLB ini hanya mengagendakan satu agenda yang memerlukan persetujuan pemegang saham, yaitu perubahan susunan pengurus perseroan. RUPSLB berlangsung di Kantor Pusat Bank BTN di Jakarta, dihadiri oleh seluruh Dewan Komisaris dan Direksi serta Pemegang Saham Bank BTN.
Sampai dengan 31 Maret 2014, Bank BTN memiliki 10.565.260.500 lembar saham, dengan pemegang saham mayoritas adalah pemerintah sebesar 60,14%. Sementara sisanya 39,86% dimiliki publik dengan komposisi 45,70% domestik dan 54,30% dimiliki investor asing. Harga saham Bank BTN dengan kode perdagangan (BBTN) pada 31 Maret 2014 ditutup sebesar Rp1.285 per lembar saham atau meningkat 48% dari posisi 31 Desember 2013 yang sebesar Rp870. Dengan nilai saham ini, maka terjadi kapitalisasi pasar yang meningkat menjadi Rp13,58 Triliun.
Sementara itu RUPSLB BTN juga memutuskan susunan pengurus PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang baru, yakni Mardiasmo (komisaris utama), Sahala Lumban Gaol (komisaris), Herman Hidayat (komisaris), Agung Kuswandono (komisaris), Amanah Abdulkadir (komisaris independen) dan Maulana Ibrahim (komisaris independen). Herman Hidayat diangkat sebagai komisaris menggantikan Dwijanti Tjahjaningsih. Sedangkan susunan direksi adalah sebagai berikut: Maryono (direktur utama), Irman Alvian Zahiruddin (direktur), Mansyur S. Nasution (direktur), Hulmansyah (direktur), Rico Rizal Budidarmo (direktur), Sri Purwanto (direktur), dan Imam Nugroho Soeko (direktur).
Perbesar Market Share KPR
Manajemen Bank BTN berkomitmen untuk mempertahankan market share pada pembiayaan di sektor perumahan rakyat, khususnya kelas menengah bawah, serta meningkatkan porsi pembiayaan perumahan kelas menengah atas. Hal ini didasari oleh pentingnya posisi perseroan sebagai bank milik negara yang fokus dalam pembiayaan perumahan (housing bank) bagi masyarakat.
Bank BTN tetap akan fokus sebagai housing bank yang memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi masyarakat Indonesia. Kami ingin Bank BTN dapat berperan lebih besar dalam memberikan dukungan terhadap program perumahan nasional ini. Backlog penyediaan rumah bagi masyarakat merupakan potensi bisnis yang sangat besar dan kami akan bekerja keras menjadi pendamping pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan rumah tersebut. Termasuk program FLPP tahun 2014 kami siap untuk mendukung pembiayaannya, tegas Maryono menambahkan.
Bank BTN berada dalam kondisi likuiditas yang sangat kuat. Khusus untuk rasio tentang LDR (loan to deposit ratio) perseroan, dijelaskan oleh Maryono tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi likuiditas Bank BTN . Dalam formula perhitungan LDR yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, tidak memasukkan komponen sumber dana Perseroan lainnya seperti obligasi, pinjaman berjangka waktu panjang dan sumber dana lainnya. Untuk melihat kondisi likuiditas Perseroan, Bank BTN menggunakan perhitungan Loan to Funding Ratio (LFR).
“Apabila seluruh komponen pendanaan yang dimiliki Perseroan dimasukkan dalam perhitungan LFR , maka rasionya hanya sebesar 85,32% yang berarti masih berada dalam rentang normal. Apalagi jika melihat secondary reserve Bank BTN yang saat ini mencapai lebih dari Rp12 Triliun, maka dapat dikatakan Bank BTN dalam kondisi likuiditas yang sangat aman,” tutur Maryono.
Tahun ini manajemen berkomitmen untuk menciptakan engine-engine baru sebagai lokomotif dalam menciptakan performa usaha yang lebih baik. Kita tetap akan serius melakukan perbaikan kualitas kredit, kemudian meningkatkan porsi dana murah, diversifikasi usaha, dengan penerapan Good Corporate Governance. Artinya kami ingin bisnis berkembang dengan sinergi dengan meningkatnya fee based income sebagai pendongkrak laba usaha dari produk-produk baru yang akan melengkapi layanan yang sudah ada.
“Kami optimis target bisnis akhir tahun akan dapat dipenuhi dan untuk itu manajemen tidak melakukan perubahan atas rencana bisnis pada tahun 2014. Kami yakin bahwa rencana bisnis yang sudah kami tetapkan akan tetap sejalan dengan kondisi sampai dengan akhir tahun 2014,” katanya. (EKA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BTN Dukung Pembiayaan Rumah Pekerja di Lima Kota

JAKARTA. jktproperty.com – Bank BTN menyatakan siap memberikan dukungan pembiayaan pembangunan perumahan bagi pekerja di lima kota di Indonesia masing-masing di Karawang, Serang, Palembang, Semarang, dan Surabaya.
Direktur Bank BTN Mansyur S. Nasution mengatakan pihaknya telah menyiapkan pendanaan untuk mendukung pembangunan perumahan di kelima kota tersebut. “Ini merupakan komitmen Bank BTN dan kami siap memberikan dukungan pembiayaannya,” katanya usai peresmian  pembangunan proyek bagi pekerja  di Serang, Banten.
Menurut dia, proyek perumahan pekerja di Serang ini  merupakan proyek kedua  yang dibangun setelah sebelumnya dibangun proyek yang sama di kota Karawang. Di Serang akan dibangun 1.000 unit rumah sederhana tapak yang dibangun oleh PT.Graha Nagara Indah selaku pengembang perumahan tersebut.
Dari 1.000 unit rumah yang direncanakan dibangun pada lokasi tersebut, telah dibangun 541 unit dengan progres penyelesaian fisik bangunan antara 20%-100%. Sekitar 130 unit telah direalisasi dengan skim KPR Sejahtera FLPP dengan PUMP-KB sekitar Rp2,58 miliar. Proyek perumahan ini disiapkan sebagai fasilitas perumahan yang diberikan untuk peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Kerjasama Bank BTN dengan BPJS Ketenagakerjaan dimulai sejak  tahun 2006 dengan Program Perumahan Bagi Peserta Jamsostek melalui Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat Jamsostek (KPRSHJ), Kredit Pemilikan Rumah Jamsostek (KPRJ), Kredit Kontruksi Jamsostek (KKJ). Tahun 2008 kerjasama tersebut berubah menjadi Pinjaman Uang Muka (PUMP-KB).
Melalui kerjasama PUMP-KB BPJS Ketenagakerjaan telah terealisasi sekitar  28.466 unit dengan nilai kredit berkisar  Rp495 Milyar.  Program PUM-KB BPJS Ketenagakerjaan ini diberikan khusus kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk keperluan tambahan biaya uang muka pembelian rumah.
Lebih lanjut Mansyur menegaskan Bank BTN berkomitmen untuk mempertahankan market share pada pembiayaan di sektor perumahan rakyat,  khususnya kelas menengah bawah, serta meningkatkan porsi pembiayaan perumahan kelas menengah atas. Hal ini didasari oleh pentingnya posisi perseroan  sebagai bank milik negara yang fokus dalam pembiayaan perumahan (housing bank) bagi masyarakat.
“Bank BTN tetap akan fokus sebagai housing bank yang memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi masyarakat Indonesia. Kami ingin Bank BTN dapat berperan lebih besar dalam memberikan dukungan terhadap program perumahan nasional ini,” tuturnya.
Sejak 1976 sampai dengan 31 Maret 2014 Bank BTN telah menyalurkan KPR Subsidi Rp 53,15 Triliun. Fasilitas kredit ini setidaknya telah dinikmati oleh  lebih dari 2.500.000 masyarakat Indonesia. Sementara khusus untuk skim FLPP yang dimulai sejak Oktober 2010 telah dikucurkan kredit oleh Bank BTN pada posisi yang sama lebih dari Rp18 Triliun dengan jumlah rumah sebanyak 291.826 unit. (EKA)

sumber 

Suku bunga KPR Juni 2014


Bank Mandiri: 11,00% | Bank BRI: 10,25% | Bank BCA: 10,50% | Bank BNI: 11,10% | Bank CIMB Niaga: 11,50% | Bank Permata: 12,50% | Bank Danamon: 12,25% | Bank Panin: 11,66% | : 11,50% | Bank BII:11,25% | Bank OCBC NISP: 12,75% |  Bank UOB Indonesia: 12,65% |   Bank BJB: 10,20% | Bank Bukopin: 13,60% | Bank Mega: 13,75% | Bank ANZ Panin: 11,79% |   Bank ICBC Indonesia: 10,00% | Bank Ekonomi Raharja: 12,00% | Bank Mayapada Intl. :13,72% | Bank Artha Graha: 9,96% | Bank Commonwealth: 12,50% | Bank Victoria Intl. 12,75% | Bank Mutiara: 13,00% | Bank Hana:  9,50% | Bank Kesawan: 13,75% | Bank HS 1906: 14,64% | Bank Windu Kentjana: 13,22% | Bank ICB Bumiputera: 11,82% | Bank Capital Indonesia: 14,06% | Bank Nationalnobu: 11,00% | Bank Bumi Arta: 11,46% | Bank Maspion Indonesia: 12,21% | Bank Mayora: 13,24% | Bank Agris: 15,01% | Bank Ganesha: 13,41% | Sumber: Suku Bunga Dasar Kredit Bank Indonesia, April 2014

Senin, 12 Mei 2014

Penyaluran KPR BNI Capai Rp 32 Triliun

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mampu menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 32, 14 triliun pada kuartal I 2014. Untuk meningkatkan outstanding penyaluran KPR, BNI menjadi official bank dalam acara REI Expo 2014.  Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmandi Sutanto menjelaskan, total outstanding penyaluran KPR BNI pada kuartal I 2014 tersebut mengalami pertumbuhan 20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.  "Di kuartal I 2013, penyaluran KPR kami sebesar Rp 26,81 triliun," ungkap Darmadi seperti ditulis pada Minggu (11/5/2014).  Pembiayaan KPR hingga kuartal I 2014 tersebut diberikan kepada 156 ribu debitur.  BNI juga mampu menurunkan angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) KPR dari 2,30% pada kuartal I 2013 menjadi 1,57% pada kuartal I 2014.  BNI mengklaim, total market share penyaluran KPR BNI dibanding mencapai 11,29%, mengalami pertumbuhan jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 11,59%.  Agar market share terus meningkat, BNI kembali menjadi official bank dalam pameran properti terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Real Estat Indonesia (REI) atau REI Expo  2014.  Pameran yang akan berlangsung pada 10 - 18 Mei 2014 di Jakarta Convention Center, Jakarta, tersebut menawarkan sekitar 140 lokasi proyek properti strategis yang tersebar mulai dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hingga luar pulau Jawa.  "Ini keempat kalinya kami menjadi official bank dalam REI Expo," jelas Darmadi. Khusus untuk  REI Expo 2014, untuk pertama kalinya pula melibatkan pengembang dari Jepang yaitu Marimo. (Arthur Gideon) ; - See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2048355/penyaluran-kpr-bni-capai-rp-32-triliun#sthash.c8VURPnJ.dpuf
Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mampu menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 32, 14 triliun pada kuartal I 2014. Untuk meningkatkan outstanding penyaluran KPR, BNI menjadi official bank dalam acara REI Expo 2014.
Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmandi Sutanto menjelaskan, total outstanding penyaluran KPR BNI pada kuartal I 2014 tersebut mengalami pertumbuhan 20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Di kuartal I 2013, penyaluran KPR kami sebesar Rp 26,81 triliun," ungkap Darmadi seperti ditulis pada Minggu (11/5/2014).
Pembiayaan KPR hingga kuartal I 2014 tersebut diberikan kepada 156 ribu debitur.
BNI juga mampu menurunkan angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) KPR dari 2,30% pada kuartal I 2013 menjadi 1,57% pada kuartal I 2014.
BNI mengklaim, total market share penyaluran KPR BNI dibanding mencapai 11,29%, mengalami pertumbuhan jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 11,59%.
Agar market share terus meningkat, BNI kembali menjadi official bank dalam pameran properti terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Real Estat Indonesia (REI) atau REI Expo  2014.
Pameran yang akan berlangsung pada 10 - 18 Mei 2014 di Jakarta Convention Center, Jakarta, tersebut menawarkan sekitar 140 lokasi proyek properti strategis yang tersebar mulai dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hingga luar pulau Jawa.
"Ini keempat kalinya kami menjadi official bank dalam REI Expo," jelas Darmadi. Khusus untuk  REI Expo 2014, untuk pertama kalinya pula melibatkan pengembang dari Jepang yaitu Marimo.
(Arthur Gideon) ;
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2048355/penyaluran-kpr-bni-capai-rp-32-triliun#sthash.c8VURPnJ.dpuf
Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mampu menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 32, 14 triliun pada kuartal I 2014. Untuk meningkatkan outstanding penyaluran KPR, BNI menjadi official bank dalam acara REI Expo 2014.
Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmandi Sutanto menjelaskan, total outstanding penyaluran KPR BNI pada kuartal I 2014 tersebut mengalami pertumbuhan 20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Di kuartal I 2013, penyaluran KPR kami sebesar Rp 26,81 triliun," ungkap Darmadi seperti ditulis pada Minggu (11/5/2014).
Pembiayaan KPR hingga kuartal I 2014 tersebut diberikan kepada 156 ribu debitur.
BNI juga mampu menurunkan angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) KPR dari 2,30% pada kuartal I 2013 menjadi 1,57% pada kuartal I 2014.
BNI mengklaim, total market share penyaluran KPR BNI dibanding mencapai 11,29%, mengalami pertumbuhan jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 11,59%.
Agar market share terus meningkat, BNI kembali menjadi official bank dalam pameran properti terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Real Estat Indonesia (REI) atau REI Expo  2014.
Pameran yang akan berlangsung pada 10 - 18 Mei 2014 di Jakarta Convention Center, Jakarta, tersebut menawarkan sekitar 140 lokasi proyek properti strategis yang tersebar mulai dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hingga luar pulau Jawa.
"Ini keempat kalinya kami menjadi official bank dalam REI Expo," jelas Darmadi. Khusus untuk  REI Expo 2014, untuk pertama kalinya pula melibatkan pengembang dari Jepang yaitu Marimo.
(Arthur Gideon) ;
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2048355/penyaluran-kpr-bni-capai-rp-32-triliun#sthash.c8VURPnJ.dpuf
Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mampu menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 32, 14 triliun pada kuartal I 2014. Untuk meningkatkan outstanding penyaluran KPR, BNI menjadi official bank dalam acara REI Expo 2014.
Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmandi Sutanto menjelaskan, total outstanding penyaluran KPR BNI pada kuartal I 2014 tersebut mengalami pertumbuhan 20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Di kuartal I 2013, penyaluran KPR kami sebesar Rp 26,81 triliun," ungkap Darmadi seperti ditulis pada Minggu (11/5/2014).
Pembiayaan KPR hingga kuartal I 2014 tersebut diberikan kepada 156 ribu debitur.
BNI juga mampu menurunkan angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) KPR dari 2,30% pada kuartal I 2013 menjadi 1,57% pada kuartal I 2014.
BNI mengklaim, total market share penyaluran KPR BNI dibanding mencapai 11,29%, mengalami pertumbuhan jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 11,59%.
Agar market share terus meningkat, BNI kembali menjadi official bank dalam pameran properti terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Real Estat Indonesia (REI) atau REI Expo  2014.
Pameran yang akan berlangsung pada 10 - 18 Mei 2014 di Jakarta Convention Center, Jakarta, tersebut menawarkan sekitar 140 lokasi proyek properti strategis yang tersebar mulai dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hingga luar pulau Jawa.
"Ini keempat kalinya kami menjadi official bank dalam REI Expo," jelas Darmadi. Khusus untuk  REI Expo 2014, untuk pertama kalinya pula melibatkan pengembang dari Jepang yaitu Marimo.
(Arthur Gideon) ;
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2048355/penyaluran-kpr-bni-capai-rp-32-triliun#sthash.c8VURPnJ.dpuf
Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mampu menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 32, 14 triliun pada kuartal I 2014. Untuk meningkatkan outstanding penyaluran KPR, BNI menjadi official bank dalam acara REI Expo 2014.
Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmandi Sutanto menjelaskan, total outstanding penyaluran KPR BNI pada kuartal I 2014 tersebut mengalami pertumbuhan 20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Di kuartal I 2013, penyaluran KPR kami sebesar Rp 26,81 triliun," ungkap Darmadi seperti ditulis pada Minggu (11/5/2014).
Pembiayaan KPR hingga kuartal I 2014 tersebut diberikan kepada 156 ribu debitur.
BNI juga mampu menurunkan angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) KPR dari 2,30% pada kuartal I 2013 menjadi 1,57% pada kuartal I 2014.
BNI mengklaim, total market share penyaluran KPR BNI dibanding mencapai 11,29%, mengalami pertumbuhan jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 11,59%.
Agar market share terus meningkat, BNI kembali menjadi official bank dalam pameran properti terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Real Estat Indonesia (REI) atau REI Expo  2014.
Pameran yang akan berlangsung pada 10 - 18 Mei 2014 di Jakarta Convention Center, Jakarta, tersebut menawarkan sekitar 140 lokasi proyek properti strategis yang tersebar mulai dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hingga luar pulau Jawa.
"Ini keempat kalinya kami menjadi official bank dalam REI Expo," jelas Darmadi. Khusus untuk  REI Expo 2014, untuk pertama kalinya pula melibatkan pengembang dari Jepang yaitu Marimo.
(Arthur Gideon) ;
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2048355/penyaluran-kpr-bni-capai-rp-32-triliun#sthash.c8VURPnJ.dpuf
Liputan6.com, Jakarta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mampu menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar Rp 32, 14 triliun pada kuartal I 2014. Untuk meningkatkan outstanding penyaluran KPR, BNI menjadi official bank dalam acara REI Expo 2014.
Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmandi Sutanto menjelaskan, total outstanding penyaluran KPR BNI pada kuartal I 2014 tersebut mengalami pertumbuhan 20% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Di kuartal I 2013, penyaluran KPR kami sebesar Rp 26,81 triliun," ungkap Darmadi seperti ditulis pada Minggu (11/5/2014).
Pembiayaan KPR hingga kuartal I 2014 tersebut diberikan kepada 156 ribu debitur.
BNI juga mampu menurunkan angka kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) KPR dari 2,30% pada kuartal I 2013 menjadi 1,57% pada kuartal I 2014.
BNI mengklaim, total market share penyaluran KPR BNI dibanding mencapai 11,29%, mengalami pertumbuhan jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 11,59%.
Agar market share terus meningkat, BNI kembali menjadi official bank dalam pameran properti terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Real Estat Indonesia (REI) atau REI Expo  2014.
Pameran yang akan berlangsung pada 10 - 18 Mei 2014 di Jakarta Convention Center, Jakarta, tersebut menawarkan sekitar 140 lokasi proyek properti strategis yang tersebar mulai dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) hingga luar pulau Jawa.
"Ini keempat kalinya kami menjadi official bank dalam REI Expo," jelas Darmadi. Khusus untuk  REI Expo 2014, untuk pertama kalinya pula melibatkan pengembang dari Jepang yaitu Marimo.
(Arthur Gideon) ;
- See more at: http://bisnis.liputan6.com/read/2048355/penyaluran-kpr-bni-capai-rp-32-triliun#sthash.c8VURPnJ.dpuf

Selasa, 01 April 2014

BTN Tahun Ini Tak Akan Naikkan Bunga KPR

JAKARTA, jktproperty.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menegaskan belum akan menaikkan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tahun ini, sementara bunga floating KPR bank BUMN ini berada di kisaran 10-11%. Dirut BTN Maryono mengatakan, hingga kini pihaknya masih akan melihat kondisi market dan ketentuan Bank Indonesia (BI) dalam menetapkan suku bunga acuannya.
"[Kenaikkan suku bunga KPR] tahun ini kayaknya belumlah. Bunga kredit kami tidak serta merta naik. Masih lihat BI rate dulu, lihat market-nya juga seperti apa," kata Maryono pada konferensi pers di Kantor Pusat BTN, Jakarta.
Saat ini, kata dia, suku bunga KPR BTN untuk perumahan subsidi tetap di angka 7,25% dan perumahan non subsidi floating 10-11%. "Bunga masih sama yang disubsidi fix 7,25% dan non-subsidi 10%-11% floating," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan pasar perumahan tahun ini masih akan cukup diminati masyarakat mengingat angka kebutuhan rumah dan ketersedian perumahan masih sangat tinggi mencapai 15 juta unit. BTN, demikian Maryono, menargetkan penyaluran kredit tahun mencapai Rp 109,4 triliun, yang mayoritasnya disalurkan untuk KPR terdiri dari KPR subsidi 41,82% dan non subsidi 58,18%. (EKA)