Minggu, 12 April 2015

Mau Beli Rumah Bersubsidi dari Program Jokowi? Ini Syaratnya

By Okezone

JAKARTA - Pemerintahan Jokowi-JK menjanjikan akan membangun satu juta unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia tahun ini. Pembangunannya pun dibagi dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama, sebanyak 331.693 unit rumah di 16 provinsi siap di bangun akhir bulan ini.
Corporate Secretary Bank BTN Eko Waluyo mengungkapkan, dari satu juta unit tersebut, sebanyak 480 ribu unit rumah tersebut merupakan rumah bersubsidi yang dapat diakses melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembangunan Perumahan (FLPP). Tipe rumahnyapun beragam, ada tipe 27, 36, dan 38.
Bank BTN merupakan salah satu bank yang ikut andil dalam pembiayaan perumahan tersebut. Dengan begitu, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat mengaksesnya melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Eko menyebut, agar tidak disalahgunakan dan tepat sasaran, pemerintah pun menerapkan beberapa syarat kepada MBR yang berminat ingin membeli rumah ini.
"Syarat umumnya, yang pasti belum pernah punya rumah. Itu syarat mutlak, rumah pertama. Yang kedua adalah ada batasan penghasilan. Jadi hanya masyarakat berpenghasilan maksimal Rp4,5 juta saja yang boleh membeli rumah ini," kata dia kepada Okezone, Sabtu (11/4/2015).
Bagi pekerja yang ada di sektor informal yang tidak memiliki penghasilan tetap, lanjut Eko, masih tetap diperbolehkan untuk membeli rumah ini. Eko menekankan justru pekerja disektor informal seperti inilah yang menjadi target karena kebanyakan mereka belum memiliki rumah.
"Tukang bakso, tukang jahit yang tidak punya slip gaji tetap bisa membeli rumah ini. Kan bisa dirata-ratakan, sehari jualan bakso sekian, penjualan sekian. Nah itu bisa dirata-ratakan berapa penghasilannya," ujarnya.

BCA Patok Bunga KPR di Bawah 10% Selama 5 Tahun

by Okezone


JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memastikan akan mematok bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di bawah 10 persen. Namun, angka tersebut hanya untuk jangka waktu tertentu."Untuk KPR lima tahun ke depan BCA menjamin bunga kredit pemilikan rumah (KPR) di bawah 10 persen," kata Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, di Grand Ballroom Kempirinski, Kamis (9/4/2015).
Dia menjelaskan, saat ini BCA memang tengah memacu pemberian pertumbuhannya KPR baru. Untuk itu, KPR BCA akan dipatok 8,88 persen selama tiga tahun dengan Cap 9,99 persen.
"Fix dan Cap itu bunga special di HUT BCA lalu, berlaku Februari hingga Mei," ucapnya.
Menurutnya, saat ini aplikasi pengajuan KPR sejak Februari sudah mencapai ribuan dengan total mencapai Rp5,9 triliun. "Untuk berapa realisasinya, saya belum tahu," tukas dia.

KPR Rumah Murah Subsidi Bisa di Bank-Bank Ini by okezone

JAKARTA - Untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin membeli rumah bersubsidi dari program sejuta rumah Jokowi, pemerintah bekerja sama dengan menggandeng 23 bank pelaksana se Indonesia. Keenam belas bank tersebut terdiri atas 9 bank nasional, dan 7 bank pembangunan daerah.
Corporate Secretary Bank BTN Eko Waluyo mengatakan, Bank BTN adalah salah satu bank yang ikut serta dalam pembiayaan rumah bersubsidi disamping 16 bank pelaksana lainnya.
"Bank BTN salah satunya. Sisanya bank swasta yang sudah menjalin kerja sama dengan pemerintah. Saya tidak begitu hapal jumlahnya. Lihat saja di websitenya Kemenpera ada," kata dia kepada Okezone, Sabtu (11/4/2015).
Eko menyebut, selama ini kontribusi Bank BTN dalam pembiayaan perumahan bersubsidi cukup besar, yakni mencapai 95 persen. Tahun 2014 saja, lanjut Eko, target rumah yang dapat diakses melalui KPR FLPP oleh Bank BTN mencapai 90 ribu rumah. Angka tersebut setara dengan Rp7 triliun-Rp9 triliun.

Berdasarkan penelusuran Okezone di laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) terdapat 16 bank yang menjadi peserta KPR FLPP. Adapun ke 16 bank tersebut antara lain :
Bank Nasional
1. BTN
2. BRI
3. BTN Syariah
4. BNI
5.BRI Syariah
6. Bank Mandiri
7. Bank Mandiri Syariah
8. Bank Artha Graha
9. Bank Bukopin
Bank Pembangunan Daerah
10. BPD Kalimantan Timur
11. BPD Sumatera Utara
12. BPD Jawa Tengah
13. BPD Sumatera Utara Syariah
14. BPD Jawa Timur
15. BPD Sulawesi Tenggara
16. BPD Nagari

KPR Rumah Murah Subsidi Bisa di Bank-Bank Ini

JAKARTA - Untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin membeli rumah bersubsidi dari program sejuta rumah Jokowi, pemerintah bekerja sama dengan menggandeng 23 bank pelaksana se Indonesia.

Corporate Secretary Bank BTN Eko Waluyo mengatakan, Bank BTN adalah salah satu bank yang ikut serta dalam pembiayaan rumah bersubsidi disamping 16 bank pelaksana lainnya.

Kamis, 19 Maret 2015

Rabu, 25 Februari 2015

hitung - hitungan pajak penjual dan pembeli

Mengurus sertifikat Tanah dari HP / HGB ke SHM dengan prosedurnya resminya (mengurus sendiri) sbb :
1.   Membeli dan Mengisi formulir permohonan.
2.   Memiliki / membawa Sertifikat Hak Atas Tanah (HP/HGB).
3.   IMB atau surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan bahwa rumah tersebut digunakan untuk rumah tinggal.
4.   Surat kuasa dan fotokopi KTP penerima kuasa (apabila dikuasakan).
5.   Identitas pemohon KTP, KK, WNI, Ganti Nama (jika perorangan), akta pendirian /akta perubahan (jika badan hukum).
6.   PBB tahun berjalan (fotokopi dengan menunjukkan aslinya).
7.   Surat pernyataan tidak memiliki tanah perumahan lebih dari 5 (lima) bidang dengan luas tanah keseluruhan tidak lebih 5.000 m2.
8.   Surat pernyataan dari pemegang Hak Tanggungan apabila tanah tersebut dibebani Hak Tanggungan pernyataan dari pemohon.
9.   Surat pernyataan dari pemohon.
10. Membayar tarif atas jenis penerimaan bukan pajak, untuk pelayanan pendaftaran tanah.
Tarif resminya sesuai PP 46/2002 :
{2% x (NPT-NPTTKUP)} – {(Sisa HGB/Jangka Waktu HGB) x UP HGB x 50%}
Keterangan :
NPT = Nilai Perolehan Tanah.
NPTTKUP = Nilai Perolehan Tanah Tidak Kena Uang Pemasukkan.
NPT & NPTTKUP bisa dilihat di SPT PBB.
NPT = NJOP Tanah.
NPTTKUP = NJOPTKP.
Jangka waktu HGB bisa dilihat di sertifikat tanah.
UP HGB = Uang Pemasukan HGB.
Jangka waktu 30 tahun : 1% x (NPT-NPTTKUP)
Kurang dari 30 tahun : (Jangka Waktu HGB yang diberikan/30) x {1% x (NPT-NPTTKUP)}
Rumus :  [Luas tanah x (NJOP-NJOPTKP) ] x 5% + biaya notaris
Biaya notaris antara 750rb s/d 2,5juta.

CONTOH PERHITUNGAN :
1. Pajak Penjual dan Pajak Pembeli
Berhati hatilah dengan penjual rumah yang ingin menjual rumahnya dengan harga bersih, karena kita harus tau dulu apakah harga besih adalah harga diluar notaris dan pajak penjual atau tidak. Bila penjual minta bersih diluar biaya-biaya lain. Bersiap-siaplah untuk merogoh tabungan lebih banyak. Rincian pajak adalah sbb:
Pajak Penjual (PPH) : 5% x harga (tanah rumah) NJOP
Pajak Pembeli (BPHTB) : 5% x harga (tanah rumah – 60 Juta)
Contoh :
*  Luas tanah 145 m2, harga tanah di NJOP adalah 1.300.000/m2
*  Harga bangunan di NJOP 500rb/m2
*  Sehingga pajak penjual = 5% x [145 x ( 1.300.000 500.000) ] = 13.050.000
* Pajak pembeli = 5% x [[145 x ( 1.300.000 500.000) ] – 60.000.000]] = 10.050.000. Sehingga apabila kita yang harus membayar pajak pejual maka kita harus mengularkan dana untuk pajak jual beli adalah 23.100.000 diluar harga rumah.

2. Biaya notaris
Apabila biaya notaris yang akan ditunjuk bersama di tanggung oleh pembeli maka bersiap-siap aja untuk mengeluarkan waktu dan tenaga yang lebih, karena selain kita harus mencari-cari notaris PPAT yang murah dan benar (bila tidak melalui KPR Bank) kita juga harus ngotot-ngototan menawar harga ke notarisnya. Tapi bila kita melalui KPR bank, kita akan mendapat notaris yang sudah memiliki standar biaya dari BANK tsb. Untuk mendapatkan harga yang spesial dari notaris BANK kita harus pandai-pandai meloby manager cabang bagian perkreditan tempat kita mengajukan tsb. Akan lebih baik bila kita bisa meloby ke yang lebih berwenang diatas manager tsb, sehingga kita akan mendapatkan potongan harga khusus untuk notaris tsb.
Biaya-biaya yang akan kita keluarkan untuk notaris sbb:
* Biaya cek sertifikat : Rp. 100.000,-
* Biaya SK 59 : Rp. 100.000,-
* Biaya validasi pajak : Rp. 200.000,-
* Biaya Akte Jual Beli (AJB) : Rp. 2.400.000,-
* Biaya Balik Nama (BBN) : Rp. 750.000,-
* SKHMT : Rp. 250.000,-
* APHT : Rp. 1.200.000,-
* Total : Rp.5.000.000,-
Cek sertifikat diperlukan untuk memastikan apakah sertifikat tersebut asli atau palsu, Validasi pajak juga perlu untuk memastikan apakah pajak sudah dibayar/belum atau bukti pembayaran ternyata palsu, biaya akte jual beli merupakan biaya perngurusan segala berkas-berkas sampai selesai dan kita hanya menandatangani bersama si penjual semua berkas-berkas dan pernjanjian jual beli, biaya balik nama adalah biaya pengurusan balik nama semua sertifikat dari penjual ke pembeli.

3. Biaya peningkatan HGB ke SHM
Bila sertifikat yang ada adalah HGB (Hak Guna Bangunan), maka pembeli dapat meningkatkan sertifikat menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik). Biayanya sbb:
 * Biaya pemasukan kas negara (2% x (NJOP tanah – 60 Juta)
Misal harga NJOP tanah : Rp.1.300.000/m2 dan luas tanah adalah 145 m2. maka NJOP tanah : 1.300.000x 145 = 188.500.000. jadi biaya pemasukan kas negara untuk peningkatan SHM adalah : 2% x (188.500.000-60.000.00) = Rp. 2.570.000
Jasa notaris : Rp. 1.000.000- Rp.2.000.0000.
Jadi total biaya peningkatan hak milik antara Rp 3.570.000- Rp.4.570.000
Ditulis Tanggal 09-July-2013
Di Group tips Kategori tips

syarat adm kpr

PERSYARATAN  ADMINISTRASI  PENGAJUAN  KPR
Persyaratan Umum :
1.    KTP pribadi atau KTP  suami & KTP istri ( apabila sudah menikah )
2.    Kartu Keluarga
3.    Surat Nikah atau Surat Cerai ( bila sudah menikah atau bercerai )
4.    NPWP Pribadi
5.    NPWP Perusahaan ( bila wiraswasta )
6.    Rekening tabungan 3 bulan terakhir bila bekerja atau  Rekening Koran 3 bulan terakhir bila wiraswasta
Karyawan :
1.    Surat keterangan kerja dan penghasilan dari Perusahaan tempat bekerja
2.    Slip gaji 3 bulan terakhir
Profesional :
1.    Surat Ijin Profesi / Praktek
Pengusaha :
1.    Akta Pendirian Perusahaan & Akta Perubahan nya
2.    Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP)
3.    Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
4.   Surat Keterangan Domisili Perusahaan
5.    Laporan Keuangan
Biaya – Biaya KPR
1.    Appraisal                                             (  Rp  300.000  )
2.    Akta Jual Beli & Cek Sertifikat      (  Rp  1.700.000 dibagi dua dengan Penjual  )
3.    Pajak Pembeli / BPHTB                  [  ( NJOP PBB Tahun Berjalan – Rp 60 Juta ) X 5 %  ]
4.    Validasi Pajak Pembeli                  (  Rp  150.000  )
5.    Balik Nama Sertifikat                      (  Rp  1.500.000  )
6.    Provisi Bank                                      (  1 % dari nilai KPR  )
7.    Perjanjian Kredit                               (  Rp  500.000  )
8.    Pendaftaran Hak Tanggungan       (  Rp  750.000  )
9.    Pemasangan Hak Tanggungan      (  Rp  750.000  )
10.  PNBP Hak Tanggungan                  (  Rp  250.000  )
11.  PNBP Balik Nama                             (  Rp  250.000  )
12.  Asuransi Kebakaran                      (  Tergantung luas bangunan dan lama KPR)
13.  Asuransi Jiwa                                  (  Tergantung umur Debitur dan lama KPR  )
Catatan  :  Biaya – biaya KPR di atas adalah perkiraan kurang lebih nya

Senin, 05 Januari 2015

Ini Perbandingan Suku Bunga KPR Beberapa Bank

VIVAnews - Penjualan rumah kelas menengah dengan harga Rp500 juta-2 miliar pada 2015 diprediksi melemah 20 persen, seiring dengan naiknya suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR).

Seperti diketahui, Bank Indonesia akhirnya menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin, menjadi 7,75 persen pada November 2014, setelah selama setahun bertahan di posisi 7,50 persen. 

Kemudian, pada 11 Desember 2014, Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 7,75 persen. 

Keputusan tersebut sebagai upaya menekan inflasi jangka pendek karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi saat ini.

Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), mengatakan untuk menyesuaikan kenaikan BI Rate di November 2014 dan kondisi pasar, perbankan menaikkan suku bunga KPR yang mulai efektif per Januari 2015.

"Sebagian besar bank mulai menerapkan suku bunga baru per Januari 2015, rata-rata di kisaran 13-14 persen, naik dibandingkan suku bunga tahun ini yang rata-rata 12 persen. Kenaikan cicilan KPR nasabah sebesar 25-30 persen," ujar Ali, saat dihubungi VIVAnews Rabu malam 17 Desember 2014.

Dia memperkirakan BI tetap mempertahankan BI Rate di level 7,75 persen pada tahun depan. Kalaupun naik, BI hanya menaikkan 25 basis poin menjadi 8 persen.

"Sebenarnya 7,75 persen itu sudah sangat tinggi, semester kedua tahun depan baru stabil turun. Jika BI menaikkan BI Rate terlalu tinggi, bisa mematikan sektor riil," paparnya.

Dia mengungkapkan, untuk mempertahankan BI Rate, BI bisa mengeluarkan cadangan devisa. Apalagi, kondisi saat ini rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Ali menuturkan, tahun 2015 akan menjadi titik paling rendah penjualan rumah. Selain karena kenaikan suku bunga KPR dan melemahnya rupiah, pasar perumahan juga baru dihadapkan kenaikan BBM yang menyebabkan naiknya biaya produksi.

"Selain penjualan turun, harga rumah juga akan naik hanya 5 persen, itu pun pengembang lebih mengandalkan pasokan rumah di 2014, proyek baru di 2015 akan sangat berkurang," jelasnya.

Berdasarkan data yang dikutip VIVAnews dari cekaja.comberikut perbandingan suku bunga KPR beberapa bank saat ini.
1. BCA

Suku bunga yang ditawarkan 10 persen fixed rate tiga tahun.

2. Bank DKI

Suku bunga yang ditawarkan 10 persen fixed rate tiga tahun.

3. Bank CIMB Niaga

Suku bunga yang ditawarkan 10,25 persen fixed rate dua tahun.

4. PermataBank

Suku bunga yang ditawarkan 10,50 persen fixed rate satu tahun.

5. ANZ

Suku bunga yang ditawarkan 10,50 persen fixed rate dua tahun.

6. HSBC

Suku bunga 9,5 persen fixed rate tahun pertama dan 10,5 persen fixed rate di tahun kedua.

7. OCBC NISP

Suku bunga yang ditawarkan 10,73 persen fixed rate tiga tahun.

8. UOB

Suku bunga yang ditawarkan 10,75 persen fixed rate dua tahun.


9. Panin Bank

Suku bunga yang ditawarkan 10,75 persen fixed rate dua tahun.


10. Bank Victoria

Suku bunga yang ditawarkan 10,99 persen fixed rate dua tahun.


11. Bank Mandiri

Suku bunga yang ditawarkan 11 persen fixed rate satu tahun.

12. BNI

Suku bunga yang ditawarkan 12 persen fixed rate satu tahun.

13. BTN

Suku bunga yang ditawarkan 12 persen fixed rate satu tahun.

14. Bank Mega

Suku bunga yang ditawarkan 12,99 persen fixed rate satu tahun.

15. Bank Bukopin 

Suku bunga yang ditawarkan 14 persen fixed rate satu tahun


Sumber Viva