Kamis, 19 Maret 2015

Rabu, 25 Februari 2015

hitung - hitungan pajak penjual dan pembeli

Mengurus sertifikat Tanah dari HP / HGB ke SHM dengan prosedurnya resminya (mengurus sendiri) sbb :
1.   Membeli dan Mengisi formulir permohonan.
2.   Memiliki / membawa Sertifikat Hak Atas Tanah (HP/HGB).
3.   IMB atau surat keterangan dari kelurahan yang menyatakan bahwa rumah tersebut digunakan untuk rumah tinggal.
4.   Surat kuasa dan fotokopi KTP penerima kuasa (apabila dikuasakan).
5.   Identitas pemohon KTP, KK, WNI, Ganti Nama (jika perorangan), akta pendirian /akta perubahan (jika badan hukum).
6.   PBB tahun berjalan (fotokopi dengan menunjukkan aslinya).
7.   Surat pernyataan tidak memiliki tanah perumahan lebih dari 5 (lima) bidang dengan luas tanah keseluruhan tidak lebih 5.000 m2.
8.   Surat pernyataan dari pemegang Hak Tanggungan apabila tanah tersebut dibebani Hak Tanggungan pernyataan dari pemohon.
9.   Surat pernyataan dari pemohon.
10. Membayar tarif atas jenis penerimaan bukan pajak, untuk pelayanan pendaftaran tanah.
Tarif resminya sesuai PP 46/2002 :
{2% x (NPT-NPTTKUP)} – {(Sisa HGB/Jangka Waktu HGB) x UP HGB x 50%}
Keterangan :
NPT = Nilai Perolehan Tanah.
NPTTKUP = Nilai Perolehan Tanah Tidak Kena Uang Pemasukkan.
NPT & NPTTKUP bisa dilihat di SPT PBB.
NPT = NJOP Tanah.
NPTTKUP = NJOPTKP.
Jangka waktu HGB bisa dilihat di sertifikat tanah.
UP HGB = Uang Pemasukan HGB.
Jangka waktu 30 tahun : 1% x (NPT-NPTTKUP)
Kurang dari 30 tahun : (Jangka Waktu HGB yang diberikan/30) x {1% x (NPT-NPTTKUP)}
Rumus :  [Luas tanah x (NJOP-NJOPTKP) ] x 5% + biaya notaris
Biaya notaris antara 750rb s/d 2,5juta.

CONTOH PERHITUNGAN :
1. Pajak Penjual dan Pajak Pembeli
Berhati hatilah dengan penjual rumah yang ingin menjual rumahnya dengan harga bersih, karena kita harus tau dulu apakah harga besih adalah harga diluar notaris dan pajak penjual atau tidak. Bila penjual minta bersih diluar biaya-biaya lain. Bersiap-siaplah untuk merogoh tabungan lebih banyak. Rincian pajak adalah sbb:
Pajak Penjual (PPH) : 5% x harga (tanah rumah) NJOP
Pajak Pembeli (BPHTB) : 5% x harga (tanah rumah – 60 Juta)
Contoh :
*  Luas tanah 145 m2, harga tanah di NJOP adalah 1.300.000/m2
*  Harga bangunan di NJOP 500rb/m2
*  Sehingga pajak penjual = 5% x [145 x ( 1.300.000 500.000) ] = 13.050.000
* Pajak pembeli = 5% x [[145 x ( 1.300.000 500.000) ] – 60.000.000]] = 10.050.000. Sehingga apabila kita yang harus membayar pajak pejual maka kita harus mengularkan dana untuk pajak jual beli adalah 23.100.000 diluar harga rumah.

2. Biaya notaris
Apabila biaya notaris yang akan ditunjuk bersama di tanggung oleh pembeli maka bersiap-siap aja untuk mengeluarkan waktu dan tenaga yang lebih, karena selain kita harus mencari-cari notaris PPAT yang murah dan benar (bila tidak melalui KPR Bank) kita juga harus ngotot-ngototan menawar harga ke notarisnya. Tapi bila kita melalui KPR bank, kita akan mendapat notaris yang sudah memiliki standar biaya dari BANK tsb. Untuk mendapatkan harga yang spesial dari notaris BANK kita harus pandai-pandai meloby manager cabang bagian perkreditan tempat kita mengajukan tsb. Akan lebih baik bila kita bisa meloby ke yang lebih berwenang diatas manager tsb, sehingga kita akan mendapatkan potongan harga khusus untuk notaris tsb.
Biaya-biaya yang akan kita keluarkan untuk notaris sbb:
* Biaya cek sertifikat : Rp. 100.000,-
* Biaya SK 59 : Rp. 100.000,-
* Biaya validasi pajak : Rp. 200.000,-
* Biaya Akte Jual Beli (AJB) : Rp. 2.400.000,-
* Biaya Balik Nama (BBN) : Rp. 750.000,-
* SKHMT : Rp. 250.000,-
* APHT : Rp. 1.200.000,-
* Total : Rp.5.000.000,-
Cek sertifikat diperlukan untuk memastikan apakah sertifikat tersebut asli atau palsu, Validasi pajak juga perlu untuk memastikan apakah pajak sudah dibayar/belum atau bukti pembayaran ternyata palsu, biaya akte jual beli merupakan biaya perngurusan segala berkas-berkas sampai selesai dan kita hanya menandatangani bersama si penjual semua berkas-berkas dan pernjanjian jual beli, biaya balik nama adalah biaya pengurusan balik nama semua sertifikat dari penjual ke pembeli.

3. Biaya peningkatan HGB ke SHM
Bila sertifikat yang ada adalah HGB (Hak Guna Bangunan), maka pembeli dapat meningkatkan sertifikat menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik). Biayanya sbb:
 * Biaya pemasukan kas negara (2% x (NJOP tanah – 60 Juta)
Misal harga NJOP tanah : Rp.1.300.000/m2 dan luas tanah adalah 145 m2. maka NJOP tanah : 1.300.000x 145 = 188.500.000. jadi biaya pemasukan kas negara untuk peningkatan SHM adalah : 2% x (188.500.000-60.000.00) = Rp. 2.570.000
Jasa notaris : Rp. 1.000.000- Rp.2.000.0000.
Jadi total biaya peningkatan hak milik antara Rp 3.570.000- Rp.4.570.000
Ditulis Tanggal 09-July-2013
Di Group tips Kategori tips

syarat adm kpr

PERSYARATAN  ADMINISTRASI  PENGAJUAN  KPR
Persyaratan Umum :
1.    KTP pribadi atau KTP  suami & KTP istri ( apabila sudah menikah )
2.    Kartu Keluarga
3.    Surat Nikah atau Surat Cerai ( bila sudah menikah atau bercerai )
4.    NPWP Pribadi
5.    NPWP Perusahaan ( bila wiraswasta )
6.    Rekening tabungan 3 bulan terakhir bila bekerja atau  Rekening Koran 3 bulan terakhir bila wiraswasta
Karyawan :
1.    Surat keterangan kerja dan penghasilan dari Perusahaan tempat bekerja
2.    Slip gaji 3 bulan terakhir
Profesional :
1.    Surat Ijin Profesi / Praktek
Pengusaha :
1.    Akta Pendirian Perusahaan & Akta Perubahan nya
2.    Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP)
3.    Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
4.   Surat Keterangan Domisili Perusahaan
5.    Laporan Keuangan
Biaya – Biaya KPR
1.    Appraisal                                             (  Rp  300.000  )
2.    Akta Jual Beli & Cek Sertifikat      (  Rp  1.700.000 dibagi dua dengan Penjual  )
3.    Pajak Pembeli / BPHTB                  [  ( NJOP PBB Tahun Berjalan – Rp 60 Juta ) X 5 %  ]
4.    Validasi Pajak Pembeli                  (  Rp  150.000  )
5.    Balik Nama Sertifikat                      (  Rp  1.500.000  )
6.    Provisi Bank                                      (  1 % dari nilai KPR  )
7.    Perjanjian Kredit                               (  Rp  500.000  )
8.    Pendaftaran Hak Tanggungan       (  Rp  750.000  )
9.    Pemasangan Hak Tanggungan      (  Rp  750.000  )
10.  PNBP Hak Tanggungan                  (  Rp  250.000  )
11.  PNBP Balik Nama                             (  Rp  250.000  )
12.  Asuransi Kebakaran                      (  Tergantung luas bangunan dan lama KPR)
13.  Asuransi Jiwa                                  (  Tergantung umur Debitur dan lama KPR  )
Catatan  :  Biaya – biaya KPR di atas adalah perkiraan kurang lebih nya

Senin, 05 Januari 2015

Ini Perbandingan Suku Bunga KPR Beberapa Bank

VIVAnews - Penjualan rumah kelas menengah dengan harga Rp500 juta-2 miliar pada 2015 diprediksi melemah 20 persen, seiring dengan naiknya suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR).

Seperti diketahui, Bank Indonesia akhirnya menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin, menjadi 7,75 persen pada November 2014, setelah selama setahun bertahan di posisi 7,50 persen. 

Kemudian, pada 11 Desember 2014, Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 7,75 persen. 

Keputusan tersebut sebagai upaya menekan inflasi jangka pendek karena kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi saat ini.

Ali Tranghanda, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW), mengatakan untuk menyesuaikan kenaikan BI Rate di November 2014 dan kondisi pasar, perbankan menaikkan suku bunga KPR yang mulai efektif per Januari 2015.

"Sebagian besar bank mulai menerapkan suku bunga baru per Januari 2015, rata-rata di kisaran 13-14 persen, naik dibandingkan suku bunga tahun ini yang rata-rata 12 persen. Kenaikan cicilan KPR nasabah sebesar 25-30 persen," ujar Ali, saat dihubungi VIVAnews Rabu malam 17 Desember 2014.

Dia memperkirakan BI tetap mempertahankan BI Rate di level 7,75 persen pada tahun depan. Kalaupun naik, BI hanya menaikkan 25 basis poin menjadi 8 persen.

"Sebenarnya 7,75 persen itu sudah sangat tinggi, semester kedua tahun depan baru stabil turun. Jika BI menaikkan BI Rate terlalu tinggi, bisa mematikan sektor riil," paparnya.

Dia mengungkapkan, untuk mempertahankan BI Rate, BI bisa mengeluarkan cadangan devisa. Apalagi, kondisi saat ini rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Ali menuturkan, tahun 2015 akan menjadi titik paling rendah penjualan rumah. Selain karena kenaikan suku bunga KPR dan melemahnya rupiah, pasar perumahan juga baru dihadapkan kenaikan BBM yang menyebabkan naiknya biaya produksi.

"Selain penjualan turun, harga rumah juga akan naik hanya 5 persen, itu pun pengembang lebih mengandalkan pasokan rumah di 2014, proyek baru di 2015 akan sangat berkurang," jelasnya.

Berdasarkan data yang dikutip VIVAnews dari cekaja.comberikut perbandingan suku bunga KPR beberapa bank saat ini.
1. BCA

Suku bunga yang ditawarkan 10 persen fixed rate tiga tahun.

2. Bank DKI

Suku bunga yang ditawarkan 10 persen fixed rate tiga tahun.

3. Bank CIMB Niaga

Suku bunga yang ditawarkan 10,25 persen fixed rate dua tahun.

4. PermataBank

Suku bunga yang ditawarkan 10,50 persen fixed rate satu tahun.

5. ANZ

Suku bunga yang ditawarkan 10,50 persen fixed rate dua tahun.

6. HSBC

Suku bunga 9,5 persen fixed rate tahun pertama dan 10,5 persen fixed rate di tahun kedua.

7. OCBC NISP

Suku bunga yang ditawarkan 10,73 persen fixed rate tiga tahun.

8. UOB

Suku bunga yang ditawarkan 10,75 persen fixed rate dua tahun.


9. Panin Bank

Suku bunga yang ditawarkan 10,75 persen fixed rate dua tahun.


10. Bank Victoria

Suku bunga yang ditawarkan 10,99 persen fixed rate dua tahun.


11. Bank Mandiri

Suku bunga yang ditawarkan 11 persen fixed rate satu tahun.

12. BNI

Suku bunga yang ditawarkan 12 persen fixed rate satu tahun.

13. BTN

Suku bunga yang ditawarkan 12 persen fixed rate satu tahun.

14. Bank Mega

Suku bunga yang ditawarkan 12,99 persen fixed rate satu tahun.

15. Bank Bukopin 

Suku bunga yang ditawarkan 14 persen fixed rate satu tahun


Sumber Viva

Siap-siap, Suku Bunga KPR per Januari 2015 Naik Tiga Persen

VIVAnews - Pemilik kredit pemilikan rumah (KPR) fixed rate, atau suku bunga tetap yang sudah berakhir tahun ini, harus siap-siap menerima kenaikan suku bunga per Januari 2015, sebesar dua hingga tiga persen. 

Hal tersebut, akibat kenaikan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin, menjadi 7,75 persen pada November 2014.

Andika Bayu Pratama, Head of Banking Product cekaja.com, mengatakan bahwa kenaikan BI rate akan berimbas pada bunga suku bunga deposito yang juga semakin tinggi, di mana deposito merupakan salah satu sumber pendanaan KPR bank. Imbasnya, bank pun akan menaikkan suku bunga KPR-nya.

"Besarnya suku bunga KPR tergantung sumber pendanaan bank, yakni bagaimana cara akuisisi dana yang digunakan oleh bank. Kenaikan suku bunga fixed menjadi floating (mengikuti suku bunga acuan) berada di kisaran dua hingga tiga persen. Sementara itu, KPR dengan bunga fixed berada di kisaran 11-17 persen," ujar Bayu, seperti dikutip dalam surat elektroniknya kepada VIVAnews, Kamis 18 Desember 2014.

Dia menjelaskan, misalnya, sumber pendanaan KPR BCA dengan komposisi CASA (current account saving account, atau komposisi dana murah), lebih banyak diambil dari giro dan tabungan yang berbunga lebih murah, dibandingkan deposito yang memiliki suku bunga lebih tinggi. Maka, BCA menetapkan suku bunga KPR floating di kisaran 10 hingga 11 persen.

Sementara itu, untuk bank asing, yang sumber pendanaan KPR-nya berasal dari dana yang memiliki biaya akuisisi dana (komposisi dana pihak ketiga) lebih besar dibandingkan CASA, maka suku bunga KPR yang ditetapkan lebih tinggi. Misalnya ANZ dan HSBC yang menetapkan suku bunga di kisaran 12,5-13,5 persen.

Jangan tunda, beli rumah sekarang

Lebih lanjut, Bayu menjelaskan, dengan kondisi seperti saat ini, di mana perekonomian Indonesia belum stabil, keputusan membeli rumah sangat tepat.

"Karena di 2015, kemungkinan BI rate naik, di-adjust (sesuaikan) kisaran maksimal delapan persen. Jika terjadi lagi kenaikan BI rate, dipastikan untuk suku bunga fixed juga akan ikut merangkak naik," ungkapnya.

Menurutnya, agak sulit untuk memprediksi kapan perekonomian domestik akan normal kembali mengingat situasi perekonomian Amerika Serikat yang semakin stabil.

"Dan seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini nilai tukar dolar AS masih fluktuatif," jelasnya.

Menurutnya, saat akan mengajukan KPR, masyarakat harus lebih membandingkan berbagai penawaran KPR, khususnya terkait biaya dan bunga yang dimiliki masing-masing bank, sehingga mereka dapat memiliki produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Dia menambahkan, rata-rata tenor KPR saat ini yang ditawarkan bank adalah 15 hingga 20 tahun. Dengan kenaikan harga properti dalam tiga tahun terakhir di kisaran 20 hingga 30 persen, akan lebih menguntungkan jika mereka mengambil KPR dengan tenor yang sesingkat-singkatnya. 

"Akan tetapi, harus dilihat apakah cicilan KPR membebani cashflow per bulan, atau tidak," ujarnya.

Berdasarkan data yang dikutip VIVAnews dari cekaja.com, berikut perbandingan suku bunga KPR beberapa bank saat ini.

1. BCA

Suku bunga yang ditawarkan 10 persen fixed rate tiga tahun.

2. Bank DKI
Suku bunga yang ditawarkan 10 persen fixed rate tiga tahun.

3. Bank CIMB Niaga

Suku bunga yang ditawarkan 10,25 persen fixed rate dua tahun.

4. PermataBank
Suku bunga yang ditawarkan 10,50 persen fixed rate satu tahun.

5. ANZ

Suku bunga yang ditawarkan 10,50 persen fixed rate dua tahun.

6. HSBC

Suku bunga 9,5 persen fixed rate tahun pertama dan 10,5 persen fixed rate di tahun kedua.

7. OCBC NISP

Suku bunga yang ditawarkan 10,73 persen fixed rate tiga tahun.

8. UOB

Suku bunga yang ditawarkan 10,75 persen fixed rate dua tahun.

9. Panin Bank

Suku bunga yang ditawarkan 10,75 persen fixed rate dua tahun.

10. Bank Victoria

Suku bunga yang ditawarkan 10,99 persen fixed rate dua tahun.

11. Bank Mandiri
Suku bunga yang ditawarkan 11 persen fixed rate satu tahun.

12. BNI

Suku bunga yang ditawarkan 12 persen fixed rate satu tahun.

13. BTN

Suku bunga yang ditawarkan 12 persen fixed rate satu tahun.

14. Bank Mega

Suku bunga yang ditawarkan 12,99 persen fixed rate satu tahun.

15. Bank Bukopin

Suku bunga yang ditawarkan 14 persen fixed rate satu tahun. (asp)


Sumber Viva

Rabu, 17 Desember 2014

Keuntungan investasi rumah KPR di perumahan

Nilai jual rumah diperumahan yang terus meningkat dapat menjadi peluang bisnis usaha meraih keuntungan investasi rumah KPR di perumahan, Rata-rata bank di Indonesia memberikan bunga tabungan sebesar 2% setiap bulan atau jika kita menggunakan tabungan deposito akan diberikan bunga  lebih tinggi yang nilainya rata-rata adalah 6%. Sedangkan investasi rumah memungkinkan untuk bisa memperoleh keuntungan lebih besar dari angka tersebut, berikut ini uraian selengkapnya :D

Keuntungan investasi rumah KPR di perumahan
  1. Modal yang dikeluarkan untuk investasi tidak harus sebesar harga rumah, nilai investasi awal berupa uang muka bank penyedia KPR yaitu minimal 10% dari nilai jual rumah kemudian sisanya ditabung setiap bulan dalam jangka waktu kredit.
  2. Barang yang dijadikan investasi yaitu rumah dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain seperti tempat tinggal atau disewakan untuk memperoleh penghasilan bulanan.
  3. Selain bertujuan investasi, memiliki rumah juga bisa memberikan kepuasan tersendiri karena merupakan barang yang banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat.
  4. Rumah atau property lebih aman terhadap inflasi atau perubahan nilai tukar mata uang, secara sederhana dapat kita lihat bahwa uang  tujuh ribu pada tahun 1990 dapat kita buat untuk membeli satu unit rumah namun pada tahun 2012 uang tujuh ribu hanya cukup untuk membeli paku beton 1kg.

Tips membeli rumah KPR agar untung
Dalam melakukan investasi rumah diperlukan trik khusus agar dapat memperoleh keuntungan dikemudian hari misalnya nilai jual kembali yang tinggi serta kemudahan dalam menjual rumah, berikut ini hal-hal yang mungkin berguna.
  1. Membeli rumah diperumahan dengan lokasi bagus akan lebih menjamin keuntungan, misalnya pada daerah strategis di perkotaan, area bebas banjir, sarana umum yang lengkap disekitar perumahan.
  2. Setelah menetapkan perumahan mana yang akan dibeli sealnjutnya dalam lingkup yang lebih kecil yaitu memilih letak rumah pada satu komplek, rumah yang berada dijalan utama akan lebih banyak diminati, jika ada fasilitas social ( fasos ) seperti lapangan olahraga atau masjid maka dapat dipilih rumah yang dekat dengan sarana tersebut, selain itu arah hadap rumah juga mempengaruhi kenyamanan.
  3. Memberikan nilai tambah rumah, misalnya dengan melakukan renovasi untuk mempercantik nilai keindahan arsitektur sehingga dapat menarik minat pembeli rumah.
  4. Pilih bank penyedia KPR yang sudar terpercaya untuk memastikan perjanjian kredit berjalan dengan lancar dan aman serta kemudahan dalam mengambil sertifikat rumah setelah angsuran lunas.

Begitulah kurang lebih gambaran tentang keuntungan investasi rumah KPR di perumahan, bagi yang mau menambahkan bisa dimasukan dibawah agar berguna bagi yang sedang mencari informasi ini 

Info KPR

Membeli rumah melalui kredit kepemilikan rumah ( KPR ) bisa jadi cara untuk memiliki rumah impian dengan dana terjangkau dan dalam waktu yang cepat, namun jika kurang perhitungan tentunya dapat menimbulkan beban dikemudian hari, kali ini ilmusipil berbagi pengalaman membeli rumah kpr melalui bank  mengenai pertimbangan dalam memilih lokasi, menentukan harga rumah, dan bagaimana agar keinginan kita disetujui bank penyedia KPR.
kenapa memlih membeli rumah melalui KPR?
jika belum punya rumah
saat ini sedang mengangsur KPR seharga 300 ribu/ bulan dan nantinya setelah 8 tahun rumah sudah menjadi milik sendiri kalaupun  tidak sanggup membayar angsuran ya anggap saja bayar kos. sedangkan biaya sewa kos atau rumah kontrakan di jakarta berkisar antara 300 ribu s/d 2,5 juta perbulan dan tentunya harga tersebut  terus naik tanpa bisa memiliki rumah tersebut.
jika punya uang banyak
sekarang ini mencari uang pinjaman tunai kepada bank cukup sulit, jadi alangkah baiknya uang tersebut digunakan sebagai modal usaha, kita dapat pahala karena membuka lapangan kerja, sementara hasilnya disisihkan untuk angsuran rumah KPR.
Bagaimana cara memilih rumah KPR?
berbagai pertimbangan perlu dipikirkan dalam memilih lokasi rumah KPR diantaranya:
  • lokasi rumah sebisa mungkin dekat dengan lokasi kerja atau usaha
  • Akses jalan ketempat kerja atau usaha bagus, melewati alam atau pemandangan yang dapat menyegarkan pikiran.
  • dekat dengan fasilitas publik seperti tempat ibadah, sekolah favorit, rumah sakit dll.
  • Arah hadap rumah juga menentukan. arah hadap ke timur akan mendapat sinar matahari yang sejuk diteras rumah dipagi hari. arah hadap barat dapat melihat matahari tebenam disore hari tapi kepanasan pada teras disiang hari, dapat di imbangi dengan penanaman pohon peneduh.
  • disetujui anggota keluarga tentunya.
Bagaimana memilih model rumah KPR ?
Rumah KPR rata – rata mempunyai konstruksi standar dengan kualitas dan model desain yang belum tentu sesuai harapan, jadi lebih baik fokus untuk memilih lokasi tanah yang baik dan masalah model rumah nanti bisa direnovasi.
Bagaimana cara agar keinginan kita membeli rumah KPR disetujui bank ?
nah.. ketika sudah berhasil memilih lokasi dan model rumah yang tepat, tentunya kita tidak ingin kalau permohonan KPR kita ditolak oleh bank. sederhana sekali cara perhitunganya
  • bank hanya akan menyetujui angsuran maksimal 30% x gaji perbulan kita, lebih dari itu angsuran dinilai memberatkan kita.
  • saat ini jika gaji kita dibawah 2,5 juta / bulan. selamat! kenapa? karena masuk nominasi untuk mendapat subsidi pemerintah dengan syarat untuk pembelian rumah pertama. dan tentunya mendapat nilai angsuran yang lebih kecil bahkan bisa sampai setengahnya.
Bagaimana menentukan jumlah dan waktu angsuran KPR?
jumlah angsuran adalah harga beli rumah yang di tawarkan pengembang dikurangi uang muka yang kita bayar. nantinya bank akan menentukan jumlah angsuran dan lamanya, untuk menghtungnya dapat menggunakan fasilitas kalkulator KPR dari bank BTN caranya masuk ke web http://btn.co.id/ kemudian klik pada menu kalkulator KPR pada pojok kanan atas.
BANK apa saja yang menyediakan KPR?
Dalam memilih bank yang akan di gunakan sebagai penyedia jasa KPR, sebaiknya kita memilih bank yang sudah terpercaya dalam menyediakan KPR. hal ini demi keamanan angsuran kita dan dokumen surat – surat rumah yang jadi jaminan. misalnya:
  • BANK BTN
  • BANK MANDIRI
  • BANK BRI
  • BANK BNI
Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk membeli rumah KPR ?
Pada saat mengajukan permohonan KPR ke bank kita gak perlu repot – repot karena biasanya pengembang akan memberi tahu kita apa dokumen dan syarat – syarat yang dibutuhkan. sebagai gambaran dokumen tersebut diantarany:
  • Surat keterangan gaji yang bekerja/ penghasilan bagi yang usaha
  • Surat keterangan belum memiliki rumah atau sedang menumpang dari RT dimana kita sekarang tinggal, ini bagi yang ingin mendapat subsidi pemerintah.
  • Foto kopi ktp
  • foto kopi kartu keluarga
  • foto kopi tabungan di bank tersebut.
setelah semua syarat dipenuhi, dan disetujui, tentunya kita harus mengangsur tepat waktu agar tidak  terkena denda tunggakan atau rumah KPR kita disita dan ditempel stiker ” RUMAH INI DALAM PENGAWASAN BANK 

Selasa, 16 Desember 2014

Suku Bunga KPR dan biaya Kredit BII


Suku Bunga KPP & KKBP
DeskripsiSuku Bunga
KPP
(Kredit Pemilikan Properti)
KKBP
(Kredit Konsumsi Beragun Properti)
 KPR Umum Tipe 112,00% fix 1 tahun  12,25% fix 1 tahun
 Kecuali KPR Fix & Fix,12,00% fix 2 tahun  12,25% fix 2 tahun
 KPR Bebas Bunga, dan12,25% fix 3 tahun  12,50% fix 3 tahun
 KPR Floating Rate12,25% fix 4 tahun  12,50% fix 4 tahun
12,25% fix 5 tahun  12,50% fix 5 tahun
12,50% fix 6 tahun  12,75% fix 6 tahun
12,50% fix 7 tahun  12,75% fix 7 tahun
12,75% fix 10 tahun  13,00% fix 10 tahun
 KPR Umum Tipe 2
10,50% fix 2 tahun
minimal jangka waktu 5 tahun
11,50% fix 3 tahun
minimal jangka waktu 5 tahun
12,00% fix 5 tahun
minimal jangka waktu 7 tahun
KPR Floating Rate
   Primary
BI Rate + 3,50%
   Secondary / KKBPBI Rate + 3,99%
KPR Take Over
   Tipe A
 10,80% fix 2 tahun
 minimal jangka waktu 5 tahun
   Tipe B Sama dengan suku bunga KKBP Tipe 1
KPR Fix & Fix10,30% fix 2 tahun,
14,25% fix 3 tahun berikutnya
KPR Bebas BungaSuku bunga KPR Umum Tipe 1 & 2 + 0,50%
Suku Bunga Floating14,50% 15,00%
Suku bunga tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Biaya – biaya Kredit
No.Biaya Kredit
1Provisi1,00% dari plafond kredit
2
BAK0,10% dari plafond kredit dan minimal Rp 400.000,-
3
Asuransi JiwaSesuai ketentuan
4
Asuransi KebakaranSesuai ketentuan
5
Biaya NotarisSesuai ketentuan
6​​Biaya Taksasi Internal​Rp 400.000,-/agunan berlaku untuksecondary market
Biaya Pelunasan sebelum Jatuh Tempo Kredit (Pelunasan Sebagian atau Seluruhnya)
1.   KPR umum, KPR Bebas Bunga, dan KPR Take Over
a.     Tipe 1
Periode Kredit BerjalanBiaya Pelunasan
≤ masa fix
1% dari jumlah yang dilunasi
> masa fix
Bebas
b.     Tipe 2
Periode Kredit BerjalanBiaya Pelunasan
≤ masa fix + 2 tahun2% dari jumlah yang dilunasi
> masa fix + 2 tahunBebas
2.   KPR Floating Rate
Bebas Biaya pelunasan baik pelunasan sebagian atau seluruhnya.
3.   KPR Fix and Fix
Periode Kredit BerjalanBiaya Pelunasan
≤ masa fix pertama dan kedua1% dari jumlah yang dilunasi
> masa fix pertama dan keduaBebas
Biaya Penyimpanan Dokumen Jaminan
Biaya Penyimpanan Dokumen Jaminan jika dokumen jaminan tidak diambil dalam waktu 2 bulan sejak fasilitas dilunasi sebesar Rp. 20.000,- / hari kalender.
Ketentuan
Mekanisme Pelunasan KPP / KKBP / BII Rumah Syariah iB
  1. Pelunasan sebagian dan seluruhnya hanya dapat dilakukan maksimal tanggal 20 setiap bulan.
  2. Untuk konfirmasi pelunasan harap menghubungi BII Customer Care di nomor telepon 500611.
  3. Debitur wajib mengisi form pelunasan dan ditandatangani di atas meterai.  Form pelunasan diemail ke KPRAccountMaintenance2@bankbii.com atau difax ke 021-6122859 paling lambat H-7 dari tanggal pelunasan.  Asli form pelunasan harus sudah diterima oleh BII maksimal H-3.
  4. Dana pelunasan harus tersedia di rekening pendebetan paling lambat H-1 dari tanggal pelunasan.
  5. Untuk pelunasan seluruhnya, asli dokumen jaminan dapat diambil H+5 dari tanggal pelunasan. Debitur dan nama pemilik jaminan datang bersama dengan membawa asli KTP.
 
 

 Suku Bunga KPP & KKBP
DeskripsiSuku Bunga
KPP
(Kredit Pemilikan Properti)
KKBP
(Kredit Konsumsi Beragun Properti)
 KPR Umum Tipe 112,00% fix 1 tahun  12,25% fix 1 tahun
 Kecuali KPR Fix & Fix,12,00% fix 2 tahun  12,25% fix 2 tahun
 KPR Bebas Bunga, dan12,25% fix 3 tahun  12,50% fix 3 tahun
 KPR Floating Rate12,25% fix 4 tahun  12,50% fix 4 tahun
12,25% fix 5 tahun  12,50% fix 5 tahun
12,50% fix 6 tahun  12,75% fix 6 tahun
12,50% fix 7 tahun  12,75% fix 7 tahun
12,75% fix 10 tahun  13,00% fix 10 tahun
 KPR Umum Tipe 2
10,50% fix 2 tahun
minimal jangka waktu 5 tahun
11,50% fix 3 tahun
minimal jangka waktu 5 tahun
12,00% fix 5 tahun
minimal jangka waktu 7 tahun
KPR Floating Rate
   Primary
BI Rate + 3,50%
   Secondary / KKBPBI Rate + 3,99%
KPR Take Over
   Tipe A
 10,80% fix 2 tahun
 minimal jangka waktu 5 tahun
   Tipe B Sama dengan suku bunga KKBP Tipe 1
KPR Fix & Fix10,30% fix 2 tahun,
14,25% fix 3 tahun berikutnya
KPR Bebas BungaSuku bunga KPR Umum Tipe 1 & 2 + 0,50%
Suku Bunga Floating14,50% 15,00%
Suku bunga tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Biaya – biaya Kredit
No.Biaya Kredit
1Provisi1,00% dari plafond kredit
2
BAK0,10% dari plafond kredit dan minimal Rp 400.000,-
3
Asuransi JiwaSesuai ketentuan
4
Asuransi KebakaranSesuai ketentuan
5
Biaya NotarisSesuai ketentuan
6​​Biaya Taksasi Internal​Rp 400.000,-/agunan berlaku untuksecondary market
Biaya Pelunasan sebelum Jatuh Tempo Kredit (Pelunasan Sebagian atau Seluruhnya)
1.   KPR umum, KPR Bebas Bunga, dan KPR Take Over
a.     Tipe 1
Periode Kredit BerjalanBiaya Pelunasan
≤ masa fix
1% dari jumlah yang dilunasi
> masa fix
Bebas
b.     Tipe 2
Periode Kredit BerjalanBiaya Pelunasan
≤ masa fix + 2 tahun2% dari jumlah yang dilunasi
> masa fix + 2 tahunBebas
2.   KPR Floating Rate
Bebas Biaya pelunasan baik pelunasan sebagian atau seluruhnya.
3.   KPR Fix and Fix
Periode Kredit BerjalanBiaya Pelunasan
≤ masa fix pertama dan kedua1% dari jumlah yang dilunasi
> masa fix pertama dan keduaBebas
Biaya Penyimpanan Dokumen Jaminan
Biaya Penyimpanan Dokumen Jaminan jika dokumen jaminan tidak diambil dalam waktu 2 bulan sejak fasilitas dilunasi sebesar Rp. 20.000,- / hari kalender.
Ketentuan
Mekanisme Pelunasan KPP / KKBP / BII Rumah Syariah iB
  1. Pelunasan sebagian dan seluruhnya hanya dapat dilakukan maksimal tanggal 20 setiap bulan.
  2. Untuk konfirmasi pelunasan harap menghubungi BII Customer Care di nomor telepon 500611.
  3. Debitur wajib mengisi form pelunasan dan ditandatangani di atas meterai.  Form pelunasan diemail ke KPRAccountMaintenance2@bankbii.com atau difax ke 021-6122859 paling lambat H-7 dari tanggal pelunasan.  Asli form pelunasan harus sudah diterima oleh BII maksimal H-3.
  4. Dana pelunasan harus tersedia di rekening pendebetan paling lambat H-1 dari tanggal pelunasan.
  5. Untuk pelunasan seluruhnya, asli dokumen jaminan dapat diambil H+5 dari tanggal pelunasan. Debitur dan nama pemilik jaminan datang bersama dengan membawa asli KTP.
  


Internet Banking